kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laba operasional Holcim Ltd naik 6,5%


Senin, 23 Februari 2015 / 14:14 WIB
ILUSTRASI. Link Nonton Jujutsu Kaisen Season 2 Episode 7 Subtitle Indonesia iQIYI, Bstation dll


Sumber: Bloomberg | Editor: Uji Agung Santosa

PARIS. Holcim Ltd mengumumkan kenaikan pendapatan kuartal IV 2014 yang lebih tinggi dari perkiraan analis sebelumnya. Kinerja Holcim naik setelah perusahaan mengenjot penjualan semen di luar Eropa. 

Earnings before interest, taxes, depreciation and amortization (Ebitda) naik 6,5% menjadi 1,01 miliar Swiss francs atau sekitar US$ 1,07 miliar. 

Dalam laporannya hari ini, perusahaan yang berbasis di Swiss ini mengatakan, laba perusahaan lebih tinggi dari rata-rata perkiraan analis yang di angka 984,4 juta franc. Lonjakan laba didapatkan dari kenaikan penjualan sebesar 1,9% menjadi 4,87 miliar francs. 

Pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat (AS) dan negara berkembang (emerging market) termasuk India telah membuat perusahaan ini tetap optimis dengam target 2015. "Holcim telah mencapai pertumbuhan yang solid dan kuat di laporan keuangannya," kata Chief Executive Officer (CEO) Holcim Bernard Fontana, Senin (23/2).

Kenaikan kinerja Holcim juga didukung oleh kinerja Lafarge yang bagus. Lafarge dan Holcim, telah mengumumkan merger pada April 2014 lalu. Mereka sepakat untuk menjual aset CHR Plc senilai 6,5 miliar Euro.

Untuk tahun ini Holcim sendiri menargetkan laba operasional di luar biaya merger antara 2,7 miliar franc sampai 2,9 miliar franc. Kenaikan laba produksi terjadi karena adalah turunnya belanja modal perusahaan dan rebound harga semen. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×