kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Laba Uniqlo Pecah Rekor, Meski Krisis Timur Tengah Guncang Pasar


Kamis, 09 April 2026 / 14:34 WIB
Laba Uniqlo Pecah Rekor, Meski Krisis Timur Tengah Guncang Pasar
ILUSTRASI. Kinerja Ritel - Uniqlo (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pemilik merek pakaian Uniqlo, Fast Retailing, melaporkan kenaikan laba kuartalan sebesar 29,4% menjelang krisis Timur Tengah yang mengguncang pasar global dan rantai pasokan, Kamis (9/4/2026. Perusahaan juga meningkatkan proyeksi laba tahunannya berkat pertumbuhan internasional yang kuat.

Fast Retailing mencatat laba operasi sebesar ¥ 189,8 miliar (sekitar US$1,19 miliar) untuk tiga bulan hingga Februari, naik dari ¥ 146,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Angka ini melampaui rata-rata perkiraan analis sebesar ¥ 161,6 miliar, menurut data dari LSEG.

Perusahaan kini menaikkan proyeksi laba operasi tahunan menjadi ¥ 700 miliar, dari sebelumnya ¥ 650 miliar, menempatkan Fast Retailing pada jalur untuk mencatat lima tahun berturut-turut laba rekor.

Baca Juga: Bank Sentral Thailand Pertahankan Suku Bunga 1%, Risiko Inflasi Mengintai

Kuartal kedua berakhir tepat sebelum dimulainya serangan udara AS-Israel terhadap Iran, konflik yang memicu lonjakan harga minyak dan mengganggu rantai pasokan global. Investor kini menunggu bagaimana krisis Iran akan memengaruhi biaya produksi Uniqlo, yang dikenal dengan pakaian fleece murah dan pakaian sehari-hari berbahan poliester.

Pemasok poliester berbasis Jepang, Teijin Frontier, pekan ini mengumumkan akan menaikkan harga serat poliester sebesar 20% akibat kenaikan harga minyak. Di Eropa, pengecer besar seperti H&M dan jaringan supermarket Inggris Co-op telah memperingatkan bahwa konflik Timur Tengah yang berkepanjangan bisa mendorong kenaikan harga dan menurunkan permintaan konsumen.

Fast Retailing dianggap sebagai indikator belanja konsumen di Jepang dan China daratan, di mana perusahaan memiliki hampir 900 toko. Dari satu toko di Hiroshima pada 1984, Uniqlo kini memiliki lebih dari 2.500 lokasi di seluruh dunia, dengan ekspansi cepat ke Eropa dan Amerika Utara, di luar Tiongkok yang menjadi pasar luar negeri terbesar.

Penjualan domestik Fast Retailing didukung oleh lonjakan wisatawan akibat yen yang melemah, sementara pertumbuhan di China melambat akibat sentimen konsumen yang lemah, memicu penutupan toko dan restrukturisasi. Selain tekanan dari tarif yang berubah-ubah di Amerika Serikat tahun lalu, perusahaan kini menghadapi kenaikan biaya akibat konflik Timur Tengah.

Baca Juga: Goldman Sachs & ANZ Pangkas Prediksi Harga Minyak 2026 Usai Gencatan Senjata AS-Iran

Tadashi Yanai, pendiri Fast Retailing dan orang terkaya di Jepang, memiliki ambisi jangka panjang menjadikan perusahaannya sebagai merek pakaian nomor satu dunia. Yanai dijadwalkan memberikan keterangan pada rapat laba, bersama Daisuke Tsukagoshi, presiden merek Uniqlo yang dipandang sebagai calon penerus memimpin konglomerat ini.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×