kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Liga Voli Korea: Hyundai E&C Hillstate Kalah Lagi, Megawati Hangestri Sumbang 18 Poin


Sabtu, 07 November 2026 / 19:29 WIB
Liga Voli Korea: Hyundai E&C Hillstate Kalah Lagi, Megawati Hangestri Sumbang 18 Poin
ILUSTRASI. Megawati Hangestri Pertiwi (Instagram/hdecvollyballteam)


Sumber: Naver | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Hyundai Engineering & Construction (Hyundai E&C) Hillstate kembali gagal meraih kemenangan perdana pada kompetisi Liga Voli Korea Selatan musim 2026–2027.

Tim yang diperkuat pevoli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tersebut kalah 1-3 dari Jung Kwan Jang Red Spark pada pertandingan tandang di Chungmu Gymnasium, Daejeon, Sabtu (7/11/2026).

Baca Juga: Irak Klaim Produksi Minyak Tembus 5 Juta Barel per Hari, Dorong Kenaikan Kuota OPEC

Hyundai E&C sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik setelah merebut set pertama. Namun, mereka gagal mempertahankan momentum dan harus menyerahkan tiga set berikutnya kepada Cheong Kwan Jang.

Kekalahan tersebut menjadi yang kedua secara beruntun bagi Hyundai E&C sejak pertandingan pembuka musim ini.

Pelatih Hyundai E&C Kang Sung-hyung mengaku kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Ia menilai timnya tidak mampu memanfaatkan keunggulan pada awal pertandingan untuk menekan lawan.

"Secara keseluruhan, kami bermain sangat buruk. Ketika unggul, seharusnya kami bisa terus menekan lawan dengan permainan yang sebenarnya mampu kami tampilkan, tetapi kami gagal melakukannya," ujar Kang kepada wartawan seusai pertandingan dilansir dari laman Naver.

Kang juga menilai para pemain terlihat gugup meski sempat berada dalam posisi unggul. Kondisi tersebut membuat Hyundai E&C kembali kesulitan mengembangkan permainan.

Baca Juga: Pemilu Selandia Baru Ketat, Partai Nasional dan Buruh Bersaing Sengit

Meski kalah, Mega dan pemain asing asal Amerika Serikat, Jordan, menunjukkan peningkatan kontribusi dibandingkan pertandingan pertama melawan IBK Industrial Bank pada 3 November 2026.

Dalam pertandingan melawan Jung Kwan Jang, Jordan mencetak 21 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 40%. Sementara itu, Mega menyumbangkan 18 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 38,10%.

Catatan tersebut meningkat dibandingkan laga pembuka. Saat menghadapi IBK Industrial Bank, Jordan mengemas 15 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 37%, sedangkan Mega hanya mencetak tujuh poin dengan tingkat keberhasilan serangan 33%.

Namun, Kang menilai masih ada persoalan dalam penerimaan bola atau receive, terutama yang melibatkan Jordan.

"Koordinasi kami dengan Mega hari ini lebih baik dibandingkan pertandingan pertama melawan IBK. Namun, penerimaan bola Jordan terlalu tidak stabil," kata Kang.

Baca Juga: China Blokir Akuisisi Robotika US$ 5,4 Miliar, SoftBank dan ABB Cari Jalan Keluar

Ia menambahkan, Cheong Kwan Jang menerapkan servis keras untuk mengganggu kekuatan serangan Jordan dan Mega. Hyundai E&C dinilai tidak mampu mengatasi tekanan tersebut.

Statistik pertandingan memperlihatkan Jung Kwan Jang unggul dalam jumlah service ace dengan skor 6-3. Efektivitas penerimaan bola kedua tim juga terpaut cukup jauh. Jung Kwan Jang mencatat efisiensi receive sebesar 34,18%, sedangkan Hyundai E&C hanya 18,6%.

Hyundai E&C selanjutnya akan berupaya memburu kemenangan perdana saat menjamu GS Caltex di Suwon Gymnasium pada Rabu (11/11/2026).




TERBARU

[X]
×