Kenaikan ini kemungkinan dipicu oleh badai salju yang melanda sebagian besar wilayah AS, meskipun kondisi pasar tenaga kerja masih dinilai stabil
Pada 2025, asing menanamkan dana US$ 6,5 miliar ke obligasi berdenominasi ringgit, angka tahunan terbesar dalam empat tahun terakhir