Sumber: ESPN | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kapten Inter Miami CF, Lionel Messi, mengungkapkan bahwa ia tidak melihat masa depannya sebagai pelatih setelah pensiun sebagai pemain sepak bola profesional.
Megabintang asal Argentina tersebut justru lebih tertarik untuk memiliki dan mengembangkan klub sepak bola miliknya sendiri, dengan fokus pada pembinaan pemain muda dari level bawah.
Dalam wawancara bersama Luzu TV, saluran streaming asal Argentina yang ditayangkan pada Selasa waktu setempat, Messi secara terbuka menyampaikan pandangannya mengenai rencana karier pasca-pensiun.
“Saya tidak melihat diri saya sebagai pelatih. Saya menyukai gagasan menjadi manajer, tetapi saya lebih memilih menjadi pemilik klub. Saya ingin memiliki klub sendiri, memulainya dari bawah, lalu mengembangkannya. Memberikan anak-anak kesempatan untuk berkembang dan meraih sesuatu yang penting. Jika harus memilih, itulah yang paling menarik bagi saya,” ujar Messi.
Baca Juga: Tradisi Lama MU Terulang, Legenda Klub Berpeluang Isi Kursi Pelatih
Perpanjang Kontrak di Inter Miami hingga 2028
Messi saat ini masih aktif bermain setelah menandatangani perpanjangan kontrak bersama Inter Miami hingga musim Major League Soccer (MLS) 2028.
Kesepakatan tersebut memastikan Messi tetap merumput di Amerika Serikat untuk beberapa tahun ke depan, meski ia sudah mulai memikirkan kiprah di luar lapangan hijau.
Inter Miami, yang merupakan juara bertahan MLS Cup, akan memulai kampanye musim 2026 pada 21 Februari dengan laga tandang melawan Los Angeles FC (LAFC).
Merambah Dunia Kepemilikan Klub Bersama Luis Suárez
Meski belum pensiun, Messi telah mengambil langkah awal menuju dunia kepemilikan klub. Ia berkolaborasi dengan sahabat sekaligus mantan rekan setimnya, Luis Suárez, untuk mendirikan klub sepak bola Uruguay bernama Deportivo LSM yang berlaga di divisi empat liga Uruguay.
Nama klub tersebut merupakan singkatan dari Luis Suárez dan Messi. Deportivo LSM kini telah berkembang pesat dengan melibatkan sekitar 80 tenaga profesional dan memiliki lebih dari 3.000 anggota terdaftar.
“Deportivo LS adalah mimpi keluarga yang dimulai pada 2018. Kami telah berkembang pesat dengan lebih dari 3.000 anggota,” kata Suárez.
“Saya ingin memberikan sepak bola Uruguay, tempat yang saya cintai dan tempat saya tumbuh besar, peluang serta sarana bagi remaja dan anak-anak untuk berkembang,” tambahnya.
Suárez mengungkapkan bahwa proyek tersebut awalnya ia rintis sendiri sebelum akhirnya mengajak Messi untuk bergabung.
Baca Juga: Chelsea Percayakan Kursi Pelatih ke Liam Rosenior hingga 2032
“Saya bangga dan bahagia karena kamu memilih saya. Saya berharap bisa memberikan kontribusi maksimal untuk terus mengembangkan klub ini dan, yang terpenting, berada di sisimu dalam perjalanan ini,” kata Messi dalam pernyataan resmi klub.
Fokus pada Pembinaan Usia Muda lewat Messi Cup
Selain terlibat dalam kepemilikan klub, Messi juga menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan talenta muda melalui peluncuran Messi Cup. Turnamen usia di bawah 16 tahun (U-16) tersebut diikuti oleh delapan akademi sepak bola dari berbagai negara dan digelar di Miami.
Edisi perdana Messi Cup yang berlangsung pada Desember lalu berhasil dimenangkan oleh River Plate setelah mengalahkan Atlético Madrid di partai final.
Langkah-langkah ini menegaskan visi jangka panjang Lionel Messi dalam dunia sepak bola, bukan sebagai pelatih, melainkan sebagai pemilik klub dan pengembang talenta muda yang ingin memberikan dampak nyata bagi generasi berikutnya.
Untuk saat ini, Messi tetap memusatkan perhatian pada kariernya sebagai pemain dan berambisi mempertahankan prestasi bersama Inter Miami di kompetisi MLS.













