Sumber: Mirror.co.uk | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Manchester United kembali menoleh ke masa lalu demi menemukan solusi untuk masa depan. Usai memecat Ruben Amorim dari kursi manajer, Setan Merah kini berburu sosok pengganti, dengan opsi penunjukan pelatih interim dinilai sebagai langkah paling realistis dalam waktu dekat.
Pelatih asal Portugal tersebut resmi diberhentikan awal pekan ini setelah menjalani masa jabatan yang mengecewakan selama 14 bulan.
Manajemen klub belum terburu-buru menunjuk pelatih permanen, sehingga membuka peluang bagi figur internal maupun mantan pemain legendaris United untuk mengisi kursi panas di Old Trafford sementara waktu.
Sejumlah nama yang memiliki ikatan kuat dengan Manchester United pun mencuat. Mantan manajer Ole Gunnar Solskjaer disebut menjadi kandidat terdepan setelah adanya pembicaraan awal, bahkan ia dikabarkan terlihat berada di wilayah Cheshire.
Baca Juga: Ruben Amorim Dipecat, Ini Daftar Kandidat Manajer Baru MU
Selain itu, Darren Fletcher yang saat ini dipercaya sebagai pelatih caretaker juga masuk dalam pertimbangan, bersama Michael Carrick dan Ruud van Nistelrooy.
Namun, seberapa efektif strategi Manchester United menunjuk pelatih interim dari kalangan mantan pemain atau legenda klub? Berikut kilas balik sejumlah penunjukan pelatih sementara Manchester United dalam beberapa tahun terakhir dan hasil yang mereka raih.
Ryan Giggs (22 April 2014 – 23 Mei 2014)
Menggantikan Sir Alex Ferguson merupakan tugas berat bagi siapa pun. David Moyes yang ditunjuk langsung oleh Ferguson hanya bertahan kurang dari satu musim sebelum dipecat. Manchester United kemudian menunjuk legenda klub Ryan Giggs sebagai pelatih sementara.
Giggs memanfaatkan periode singkat tersebut dengan memberi kesempatan kepada sejumlah pemain muda dan menutup musim dengan hasil yang relatif positif. Ia mengawali debutnya dengan kemenangan telak 4-0 atas Norwich City, sebelum kalah 0-1 dari Sunderland.
United kemudian mengalahkan Hull City 3-1 dan menutup musim dengan hasil imbang 1-1 melawan Southampton.
Setelah itu, Giggs ditunjuk sebagai asisten Louis van Gaal sebelum akhirnya meninggalkan klub saat Jose Mourinho datang ke Old Trafford.
Ole Gunnar Solskjaer (19 Desember 2018 – 21 November 2021)
Ironisnya, Amorim sendiri dahulu digantikan oleh pelatih interim yang kemudian sukses besar. Ole Gunnar Solskjaer ditunjuk secara mengejutkan setelah Manchester United berpisah dengan Jose Mourinho, meski sebelumnya ia gagal bersama Cardiff City.
Baca Juga: MU Pecat Ruben Amorim, Darren Fletcher Jadi Pelatih Sementara
Namun, keputusan tersebut terbukti tepat. Solskjaer memenangkan 14 dari 19 laga saat berstatus interim, termasuk kemenangan 5-1 atas Cardiff City pada laga debut dan kemenangan dramatis atas Paris Saint-Germain di Liga Champions. Performa impresif itu membuatnya diangkat sebagai manajer permanen.
Di bawah Solskjaer, United mencapai final Liga Europa 2021, meski gagal meraih trofi setelah kalah dari Ajax. Ia akhirnya dipecat hampir tiga tahun kemudian dan kembali digantikan oleh sosok dengan DNA Manchester United.
Michael Carrick (21 November 2021 – 2 Desember 2021)
Setelah kesuksesan Solskjaer, United mencoba mengulang formula serupa dengan menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih caretaker. Carrick sebelumnya merupakan bagian dari staf kepelatihan di era Mourinho dan Solskjaer.
Ia mengawali tugasnya dengan kemenangan atas Villarreal di Liga Champions, lalu menahan imbang Chelsea di Premier League. Carrick menutup masa tugas singkatnya dengan kemenangan 3-2 atas Arsenal sebelum posisinya digantikan oleh Ralf Rangnick.
Carrick kemudian melanjutkan karier kepelatihannya bersama Middlesbrough, namun kini berstatus tanpa klub setelah dipecat dari tim Championship tersebut awal musim ini.
Ruud van Nistelrooy (28 Oktober 2024 – 10 November 2024)
Contoh terbaru kecenderungan Manchester United kembali ke masa lalu terjadi musim lalu, setelah Erik ten Hag dipecat. Ruud van Nistelrooy, yang sebelumnya tampil impresif bersama PSV Eindhoven, dipercaya memimpin tim sementara.
Baca Juga: Legenda MU Wayne Rooney Nilai Rosenior Layak Jadi Pelatih Chelsea
Van Nistelrooy mencatatkan empat laga tanpa kekalahan, termasuk kemenangan 5-2 atas Leicester City di Carabao Cup dan kemenangan 3-0 atas Leicester di Premier League. Namun, ia tidak dipertahankan setelah Amorim datang dan kemudian menerima tawaran melatih Leicester City secara permanen.
Sayangnya, kiprah Van Nistelrooy di Midlands berakhir buruk. Ia kalah dalam 19 dari 27 pertandingan dan hingga kini belum kembali ke dunia kepelatihan.
Opsi Lama untuk Masalah Baru
Dengan sejarah yang menunjukkan hasil beragam, Manchester United kini kembali dihadapkan pada dilema klasik: apakah menunjuk sosok lama sebagai pelatih interim akan kembali menjadi solusi jangka pendek yang efektif, atau justru mengulang siklus ketidakstabilan?
Nama-nama seperti Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick, hingga Ruud van Nistelrooy jelas memiliki kedekatan emosional dengan klub.
Namun, tantangan di Premier League yang semakin kompetitif menuntut lebih dari sekadar nostalgia. Keputusan interim kali ini bisa menjadi penentu arah Manchester United hingga akhir musim.













