kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Mabuk wiski Jepang meluas, penyuling anggur kerja siang malam penuhi permintaan


Selasa, 08 Oktober 2019 / 17:43 WIB
Mabuk wiski Jepang meluas, penyuling anggur kerja siang malam penuhi permintaan
ILUSTRASI.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Produser wiski Jepang memacu produksi minuman fermentasi ini. Mengutip Bloomberg, Selasa (8/10), untuk pertama kalinya dalam dua dekade, karyawan penyuling anggur Jepang Nikka Whiskey bakal bekerja siang dan malam untuk memenuhi permintaan wiski buatan Jepang itu.

Kendati demikian, buah terbaik yang akan diolah para pekerja, kemungkinan tidak akan ada di pasar selama setidaknya satu dekade lagi. Mengingat waktu yang dibutuhkan untuk proses fermentasi anggur terbaik masih lama.

Penyuling Jepang diuntungkan dari tingginya permintaan wiski di seluruh dunia.

Menurut Euromonitor International nilai pasar wiski global diproyeksikan akan tumbuh 19% menjadi US $ 147,6 miliar dalam lima tahun hingga 2023.

Baca Juga: Balas rencana pajak digital, Trump akan mengenakan pajak wine dari Prancis

Negara kepulauan ini terus mendapatkan reputasi untuk wiski berkualitas. Namun karena masa penuaan yang lama, booming permintaan saat ini telah membuat penyuling tidak sadar dan tidak mampu memenuhi permintaan pasar. 

Tahun lalu, Suntory Holdings Ltd kehabisan produk Hakushu 12 dan Hibiki 17.

Sekarang Nikka, produk milik produsen bir terbesar Jepang Asahi Group Holdings Ltd, bergegas untuk memperluas produksi. Produsen telah menghentikan penjualan beberapa merek topnya, termasuk Taketsuru, Yoichi dan Miyagikyo.

Nikka meningkatkan produksi sebesar 20%, menginvestasikan ¥ 65 miliar atau setara US $ 606 juta selama dua tahun ke depan untuk membangun infrastruktur baru dan menggandakan shift. Nikka adalah penyuling wiski terbesar kedua di Jepang, setelah Suntory.

"Pengiriman kami tidak cukup," kata juru bicara Asahi Masato Ishihara. "Pasar akan tumbuh karena reputasi wiski Jepang menyebar di dalam negeri dan luar negeri."

Total permintaan wiski Jepang diproyeksikan naik 7% per tahun hingga 2022, menurut Bloomberg Intelligence. 

Permintaan wiski Jepang di pasar domestik memuncak pada tahun 1983, menurut Badan Pajak Nasional. Permintaan melambat karena selera pelanggan berubah, juga menyebabkan beberapa penyuling mengurangi produksi. 

Namun dalam dekade terakhir, penggemar saat campuran wiski dan soda  menyebar luas di Jepang.

"Popularitas Wiski akan terus berlanjut," kata Hiroshi Ito, direktur eksekutif the Japan Spirits and Liquor Makers Association.

 


Tag


TERBARU

Close [X]
×