kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Macron Buka Pembahasan Perluasan Perlindungan Nuklir Prancis untuk Sekutu Eropa


Kamis, 06 Maret 2025 / 19:13 WIB
ILUSTRASI. Presiden Prancis Emmanuel Macron.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -   PARIS. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan kesiapannya untuk membahas kemungkinan perluasan perlindungan nuklir Prancis bagi mitra-mitra Eropa. 

Pernyataan ini disampaikan dalam pidato yang disiarkan televisi pada Rabu (5/3), di mana ia menegaskan bahwa Eropa harus menghadapi ancaman dari Rusia.

Saat ini, Prancis dan Inggris merupakan satu-satunya negara di Eropa yang memiliki senjata nuklir. Macron menegaskan bahwa pencegah nuklir Prancis bersifat mandiri dan sepenuhnya berada dalam kendali negaranya. Namun, ia juga menyatakan kesiapannya untuk membuka diskusi strategis mengenai perlindungan sekutu Eropa melalui kapabilitas nuklir Prancis. 

Baca Juga: Prancis Tegaskan Penggunaan Rudal untuk Serangan Jarak Jauh Ukraina Opsi Terbuka

Langkah ini disebutnya sebagai respons terhadap permintaan Kanselir Jerman masa depan, Friedrich Merz, yang sebelumnya mempertanyakan masa depan NATO dan mendorong pembicaraan dengan Prancis serta Inggris mengenai perluasan perlindungan nuklir.

Dalam pidatonya, Macron juga menyoroti perlunya peningkatan anggaran pertahanan Prancis serta dukungan berkelanjutan bagi Ukraina. 

Ia mengakui kekhawatiran publik terhadap ancaman Rusia serta ketidakpastian terkait kebijakan pemerintahan baru Amerika Serikat yang berpotensi mengubah tatanan internasional. 

Ia menyatakan harapan agar AS tetap menjadi sekutu Eropa, namun menegaskan bahwa Eropa harus siap menghadapi kemungkinan lain.

Macron menegaskan bahwa Rusia merupakan ancaman bagi Prancis dan Eropa. Ia mengingatkan bahwa bersikap pasif dalam menghadapi situasi ini adalah tindakan yang tidak bijak. 

Baca Juga: Presiden Prancis Serukan Setop Pengiriman Senjata ke Israel untuk Pertempuran Gaza

Sementara itu, negara-negara Eropa tengah berupaya meningkatkan anggaran pertahanan serta mempertahankan dukungan bagi Ukraina, terutama setelah Presiden AS Donald Trump membekukan bantuan militer untuk Kyiv dan memicu keraguan mengenai komitmen Washington terhadap NATO.

Lebih lanjut, Macron menyatakan harapannya untuk mencegah AS mengenakan tarif lebih tinggi terhadap impor Eropa.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×