kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Maersk tertarik beli aset milik Shell


Sabtu, 24 September 2016 / 19:05 WIB


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Sanny Cicilia

LONDON. Perusahaan pelayaran terbesar di dunia, AP Moller Maersk berencana membeli aset milik Royal Dutch Shell lewat Maersk Oil. Maersk telah mengadakan pembicaraan intensif dengan Shell beberapa pekan lalu.

Sumber Reuters menyebutkan, Shell akan menjual sebagian ladang minyak di Laut Utara yang memiliki nilai US$ 30 miliar. Nilai transaksi diperkirakan mencapai US$ 2 miliar. Namun Shell dan Maersk enggan berkomentar soal rencana ini.

Banyak yang menyebut, aset yang hendak dijual Shell cukup mahal.  Tapi, sumber menyebut, Maersk percaya dengan membeli aset milik Shell itu bisa menghemat biaya produksi. "Mereka bisa berpeluang untuk merger untuk bisa segera mendapatkan nilai tambah yang diinginkan," imbuh sumber tersebut.

Sumber itu menambahkan, skala bisnis anak usaha Maersk di bidang minyak dan gas yang besar, membuat perusahaan asal Denmark ini melakukan spin off bisnis. Kamis (22/9), Maersk mengumumkan, akan membenahi bisnis transportasi dan logistik.

Selain itu, perusahaan pelayaran tersebut juga berencana merrestrukturisasi divisi energi. Caranya bisa dengan patungan, merger atau menawarkan saham perdana ke bursa.

Maersk menyebutkan, sejak tahun lalu telah berinvestasi di bisnis minyak. Perusahaan ini siap mengeluarkan dana miliaran dollar untuk memperluas operasi minyak. Meskipun bisnis dan keuangan perusahaan minyak sedang tertekan karena harga minyak yang melemah dan kehilangan banyak kontrak minyak.

Ekspansi

Maersk Oil saat ini sedang mengembangkan lapangan gas Culzean yang diharapkan memulai produksi pada 2019. Ladang ini diperkirakan bisa memasok hingga 5% dari permintaan gas di Inggris. Berdasarkan data di website Maersk Oil, produksi mereka mencapai  500.000 barel per hari.

Analis Barclays memperkirakan Maersk Oil memiliki nilai pasar sekitar US$ 4,7 miliar. Maersk Oil mengalami serangkaian kemunduran. Terutama saat Qatar memilih tidak memperpanjang lisensi untuk beroperasi di Al Shaheen.

Rencana pengembangan lahan lepas pantai Angola juga terhenti karena ingin berjuang mengurangi biaya. Pada Februari 2016, Maersk merugi US$ 2,6 miliar.

Meski begitu, banyak aset yang dianggap menarik termasuk saham dan pengembangan lapangan minyak milik perusahaan Norwegia. "Divisi energi semacam dipotong untuk kemudian dijual," kata Analis Sydbank Morten Imsgard. Sejatinya, Maersk Oil pemain kecil sehingga ada banyak pemain besar yang berminat mengambil Maersk Oil. Tapi para pesaing juga sedang kesulitan dana.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×