kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.930   60,00   0,34%
  • IDX 5.711   -110,07   -1,89%
  • KOMPAS100 738   -13,77   -1,83%
  • LQ45 563   -10,40   -1,82%
  • ISSI 198   -3,35   -1,66%
  • IDX30 319   -5,85   -1,80%
  • IDXHIDIV20 393   -7,77   -1,94%
  • IDX80 84   -1,60   -1,88%
  • IDXV30 107   -1,43   -1,32%
  • IDXQ30 103   -1,88   -1,79%

Makin dekati target pendanaan US$ 3 miliar, Grab terima investasi Microsoft


Selasa, 09 Oktober 2018 / 13:49 WIB
ILUSTRASI. Aplikasi Grab


Reporter: Puspita Saraswati | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Perusahaan teknologi multinasional Microsoft Corp dikabarkan mengucurkan sejumlah dana investasi kepada perusahaan ride-hailing Grab.

Rencananya, investasi yang tidak disebut besaran nominalnya ini akan digunakan untuk melancarkan kolaborasi antar dua perusahaan di bidang teknologi termasuk sektor big data dan Artificial Intelligence (AI).

Sebelumnya, Grab dikabarkan tengah berencana mengumpulkan US$ 3 miliar hingga akhir tahun 2018, sedangkan dana yang telah terkumpul saat ini senilai US$ 2 miliar.

Seperti dikutip Reuters pekan lalu, SoftBank Group Corp tengah dalam kesepakatan untuk menginvestasikan US$ 500 juta dalam putaran pendanaan Grab.

Sebelum kesepakatan investasi hari ini, Selasa (9/10) dana sebesar US$ 2 miliar telah berhasil dikumpulkan Grab. Pendanaan tersebut dipimpin oleh Toyota Motor Corp dan perusahaan keuangan, termasuk pendiri Microsoft Paul Allen Vulcan Capital.

Grab yang berbasis di Singapura ini telah menjangkau hingga 235 kota di delapan negara Asia Tenggara dalam rentang waktu enam tahun terakhir.

Langkah tranformasi ke depannya adalah Grab akan menjadi perusahaan teknologi yang memberikan banyak penawaran kemudahan bagi konsumennya selain bisnis utamanya berbagi tumpangan, seperti; layanan pengiriman makanan dan parsel, transfer uang elektronik, pinjaman mikro dan pembayaran seluler.

Grab juga menyatakan bahwa kolaborasinya dengan Microsoft salah satunya bakal menghadirkan teknologi untuk eksplorasi pengenalan wajah, pengenalan gambar dan teknologi visi komputer melalui perangkat mobile.

Nantinya, penumpang akan dapat mengambil foto lokasi mereka melalui perangkat untuk kemudian diterjemahkan ke alamat sebenarnya lalu aamat diterima oleh pengemudi.

Selain itu dalam kesepakatan juga Grab dapat mengadopsi teknologi Microsoft Azure sebagai platform cloud yang dapat digunakan untuk analisis data dan mendeteksi penipuan.




TERBARU

[X]
×