kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Makin Menyebar, Kasus dari 3 Subvarian Baru Omicron yang Lebih Menular Meningkat


Kamis, 19 Mei 2022 / 23:00 WIB
Makin Menyebar, Kasus dari 3 Subvarian Baru Omicron yang Lebih Menular Meningkat


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Dalam beberapa minggu terakhir, kasus Covid-19 dari subvarian baru Omicron BA.4, BA.5, dan BA.2.12.1 meningkat di Afrika Selatan dan Amerika Serikat serta menyebar ke puluhan negara.

Afrika Selatan merupakan negara tempat pertama kali subvarian baruu Omicron BA.4 dan BA.5 terdeteksi. Sementara Amerika Serikat tempat pertama kali BA.2.12.1 terdeteksi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Pembaruan Epidemiologi Mingguan Covid-19 yang rilis Rabu (18/5), BA.4 telah terdeteksi di 20 negara, BA.5 terdeteksi di 19 negara, dan BA.2.12.1 terdeteksi di 38 negara. 

Di tingkat global, BA.4 dan BA.5 masing-masing menyumbang 0,5% dan 0,4% dari total kasus varian Omicron. Sementara BA.2.12.1 menyumbang 10% di antara kasus subvarian BA.2.

Baca Juga: Alarm Kewaspadaan Berbunyi, Kasus Mingguan Covid-19 Global Kembali Naik

Di Afrika Selatan, WHO menyebutkan, BA.4 dan BA.5 mendorong peningkatan jumlah kasus Covid-19, masing-masing berkontribusi 89% dan 7% dari
total kasus.

Demikian pula, ada indikasi pertama peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Portugal, yang baru-baru ini mengonfirmasi peredaran BA.5. 

Sedang Amerika Serikat, dengan BA.2.12.1 menyumbang 48% infeksi Covid-19, jumlah kasus dan rawat inap meningkat sejak April 2022 masing-masing 33% dan 19% pada pekan pertama Mei dibanding minggu sebelumnya.

Pemodelan awal oleh WHO berdasarkan sequences yang dikirim ke GISAID menunjukkan, BA.4, BA.5, dan BA.2.12.1 memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dari varian lainnya, seperti Delta serta Omicron BA.1 dan BA.2.

"Yang mungkin disebabkan peningkatan penghindaran kekebalan dan/atau penularan intrinsik," sebut WHO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×