kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Makin panas, China tuntut India tarik pasukannya dari perbatasan


Senin, 31 Agustus 2020 / 21:25 WIB
ILUSTRASI. Indian army trucks move along a highway leading to Ladakh, at Gagangeer in Kashmir's Ganderbal district June 17, 2020. REUTERS/Danish Ismail


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. China telah menuntut India menarik pasukan yang menurut Beijing telah secara ilegal melintasi perbatasan bersama mereka, kata juru bicara militernya, Senin (31/8).

Mengutip Reuters, Senin, Tentara India mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan China melakukan gerakan militer selama akhir pekan untuk mengubah status quo di perbatasan yang disengketakan dalam gejolak baru antara kedua belah pihak.

Juru bicara militer China mengatakan China mengambil tindakan balasan dan akan menjaga kedaulatan teritorialnya.

Baca Juga: Memanas lagi, India: Pasukan China lakukan gerakan militer di perbatasan

China menegaskan, pasukan perbatasan Tiongkok tidak pernah melewati garis kendali di perbatasan yang disengketakan dengan India di wilayah Ladakh Timur.

"Pasukan China tidak pernah melewati garis kendali yang sebenarnya," tegasnya.

Sebelumnya, India mengatakan, pasukan China melakukan gerakan militer selama akhir pekan lalu di perbatasan yang disengketakan.

"Pada malam 29 dan 30 Agustus 2020, pasukan PLA (Tentara Pembebasan Rakyat China) melanggar konsensus sebelumnya yang dicapai dalam keterlibatan militer dan diplomatik selama kebuntuan yang sedang berlangsung di Ladakh Timur dan melakukan gerakan militer provokatif untuk mengubah status quo," kata militer India.

Baca Juga: China ancam senat Ceko yang kunjungi Taiwan akan membayar harga mahal




TERBARU

[X]
×