kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS953.000 0,85%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Makin populer, sejumlah perusahaan China masuk 100 merek global paling bernilai


Selasa, 22 Juni 2021 / 14:09 WIB
Makin populer, sejumlah perusahaan China masuk 100 merek global paling bernilai
ILUSTRASI. Tencent berada di posisi kelima dari 100 merek global paling bernilai di tahun ini

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan yang menganalisis ekuitas merek, Kantar Brandz, kembali mengeluarkan laporan terkait 100 merek global paling bernilai di 2021. Meskipun masih dipimpin oleh beberapa perusahaan asal Amerika Serikat, beberapa perusahaan asal China mulai naik perlahan dalam daftar tersebut.

Melansir dari MarketWatch, raksasa teknologi asal AS seperti Amazon, Apple, Google dan Microsoft menduduki puncak daftar 100 Merek Global Paling Bernilai tahun ini. Hanya saja, di urutan kelima ada perusahaan media sosial dan video game asal China, Tencent, yang memiliki valuasi sebesar US$ 240,93 miliar atau tumbuh 60% secara tahunan (yoy).

“Merek China terus bergerak perlahan dan (mereka) membuat kemajuan signifikan karena semakin banyak perusahaan menggunakan pengembangan teknologi mereka sendiri dan menunjukkan kemampuan untuk mengikuti tren utama yang membentuk China dan pasar global,” ujar Graham Staplehurst, Direktur Strategi Global Kantar BrandZ.

Sebagai informasi, Kantar BrandZ menggunakan formulanya sendiri untuk menghasilkan nilai perusahaan. Ini disebut potret ekuitas merek holistik atau potret yang menggabungkan bagaimana nilai pasar aset merek perusahaan dan bagaimana masyarakat biasa bekerja.

Baca Juga: Jadi utusan khusus PBB, aktris Angelina Jolie blusukan ke Burkina Faso

Ada lebih dari selusin perusahaan asal China lainnya juga masuk daftar tersebut. Bahkan beberapa perusahaan tersebut memiliki valuasi yang tumbuh lebih dari dua kali lipat dalam 1 tahun terakhir.

Ambil contoh, pembuat alkohol Moutai yang berada di posisi ke-11 dengan nilai US$ 109 miliar. Ada juga perusahaan internet Meituan yang berada di nomor 34 dengan valuasi US$ 52 miliar, dan platform penjualan produksi pertanian Pinduoduo, di posisi ke-81 dengan valuasi mencapai US$ 22 miliar.

Sementara itu, merek asal Eropa tidak mengikuti tren pertumbuhan yang sama. Brand asal Benua Biru ini hanya menempati 8% dari 100 teratas, dibandingkan dengan 20% pada 1 dekade lalu. 

Label fashion mewah Perancis Louis Vuitton ada di posisi tertinggi diantara merek asal Eropa dan berada di peringkat 21 dalam daftar tersebut. Perusahaan perangkat lunak Jerman SAP berada di peringkat 26 dan diikuti oleh perusahaan telekomunikasi Inggris Vodafone di peringkat 60.

Asal tahu saja, total nilai valuasi dari 100 merek yang masuk dalam daftar tersebut mencapai US$ 7,1 triliun. Jumlah itu naik dari posisi tahun lalu, yang totalnya sebesar US$ 5 triliun.

 

Selanjutnya: Drone bawah laut dan udara jadi fitur kapal perang Rusia di masa depan

 




TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×