Malaysia Bersiap Menghadapi Banjir Gelombang Kedua

Selasa, 28 Desember 2021 | 05:57 WIB Sumber: The Straits Times
Malaysia Bersiap Menghadapi Banjir Gelombang Kedua

ILUSTRASI. Warga Malaysia kini tengah bersiap menghadapi banjir gelombang kedua. REUTERS/Rozanna Latiff


KONTAN.CO.ID - PETALING JAYA. Warga Malaysia kini tengah bersiap menghadapi banjir gelombang kedua. Pihak berwenang mengatakan, hujan terus menerus diperkirakan akan turun di berbagai bagian negara itu pada pekan ini.

Melansir The Straits Times yang mengutip The Star, meski Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob telah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani kemungkinan terburuk ini, hal itu telah memicu keraguan di antara mereka yang masih belum pulih dari banjir besar sebelumnya.

Muhammad Hasan Abdullah Sani, yang tinggal di Kampung Sri Aman, Puchong, mengaku khawatir karena rumahnya berada di dekat Sungai Klang.

“Jadi, ya, saya agak takut jika banjir yang lain datang. Saya masih agak linglung dari banjir pertama karena semua terjadi begitu cepat. Sekarang yang ada di pikiran saya adalah dari mana saya mencari uang untuk memperbaiki mobil dan motor saya,” katanya.

Namun, Muhammad Hasan mengatakan, jika ada banjir kedua, dia akan sedikit lebih siap kali ini.

Baca Juga: Waspada! Bahaya Banjir, Petir, dan Longsor Mengintai pada Sepekan Terakhir 2021

“Banyak makanan yang dibeli. Barang-barang berharga saya sudah rusak jadi kalau banjir lagi tidak terlalu parah,” ujarnya.

Sementara, Ho Wei Ying dan suaminya Sunny Cheah, mengaku cemas. Pasalnya, mereka tinggal di Taman Sri Muda, Shah Alam, salah satu daerah yang paling parah dilanda banjir.

“Saya takut listrik padam lagi. Tapi kami siap dalam hal makanan, obor dan power bank,” kata Ho.

Cheah mengatakan dia sangat khawatir mengenai nasib keluarga yang tinggal di unit lantai dasar blok apartemennya.

Edward Devadason, yang memimpin tim relawan di Taman Sri Muda, mengatakan fobia banjir lain sangat nyata di lapangan.

“Meskipun ada begitu banyak ketakutan, orang-orang lebih siap. Kami tahu apa yang harus dilakukan, ke mana harus pergi. Permukaan air laut juga tidak setinggi banjir pertama dan masalah pasang surut banjir sudah ditangani. Support systemnya juga lebih terkoordinasi,” ujarnya.

Baca Juga: Banjir Besar di Malaysia Terjadi 1 Kali dalam 100 Tahun, 41.000 Orang Mengungsi

Tetapi, meski sistem pendukung fisik sudah siap, Devadason khawatir tentang efek gelombang kedua pada kesehatan mental masyarakat.

“Dukungan emosional juga harus ada. Kita perlu memberikan dorongan dan konseling kepada para korban,” katanya.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru