Malaysia incar tambahan vaksin Covid-19 Sputnik V buatan Rusia

Selasa, 22 Desember 2020 | 14:17 WIB Sumber: TASS
Malaysia incar tambahan vaksin Covid-19 Sputnik V buatan Rusia

ILUSTRASI. Pemerintah Malaysia tengah bernegosiasi untuk bisa mendapatkan pasokan vaksin Covid-19 dari sejumlah perusahaan lain.

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin hari ini, Selasa (22/12), menyampaikan bahwa Malaysia berharap bisa mendapatkan tambahan vaksin Covid-19 Sputinik V dari Rusia.

Otoritas Malaysia saat ini sudah menandatangani kesepakatan untuk membeli 6,4 juta dosis vaksin virus corona yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Inggris-Swedia, AstraZeneca.

Dikutip dari TASS, komite penjamin pasokan vaksin Malaysia akan memastikan vaksin bisa diperoleh dengan cepat. Pemerintah juga dalam tahap akhir negosiasi dengan Sinovac, CanSino dan Gamaleya -- produsen Sputnik V -- untuk mengamankan pasokan vaksin.

Pada 13 Desember lalu, pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa dana senilai 3 miliar ringgit Malaysia telah dialokasikan untuk membeli vaksin Covid-19. Menteri Kesehatan Adham Baba, saat ini tengah berupaya untuk mendapatkan lebih banyak kesepakatan untuk memperluas inokulasi hingga 70% dari populasi.

Baca Juga: Malaysia to get AstraZeneca COVID-19 vaccine, follows Pfizer-BioNTech deal

Akhir bulan lalu, kesepakatan dicapai dengan Pfizer, yang akan memasok 12,8 juta dosis vaksin pada 2021.

Kesepakatan dengan AstraZeneca yang baru saja ditandatangani akan memungkinkan imunisasi untuk sekitar 20% dari populasi Malaysia yang berjumlah 32 juta. Kesepakatan itu senada dengan kesepakatan dengan raksasa AS Pfizer Inc dan mitranya dari Jerman BioNTech SE.

Berdasarkan kesepakatan Pfizer, Malaysia akan menerima 1 juta dosis pada kuartal pertama 2021 dan 1,7 juta, 5,8 juta dan 4,3 juta dosis pada kuartal berikutnya. Malaysia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mencapai kesepakatan dengan Pfizer.

Selain melalui pembelian mandiri, Malaysia mengharapkan untuk menerima cukup vaksin untuk menginokulasi 10% dari populasi melalui fasilitas COVAX yang didukung oleh WHO.

Selanjutnya: Wabah corona menyebar di rumah sakit besar Malaysia, petugas medis terinfeksi

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru