Mantan pejabat CIA dan FBI ramai-ramai dukung Joe Biden

Jumat, 21 Agustus 2020 | 11:16 WIB Sumber: Reuters
Mantan pejabat CIA dan FBI ramai-ramai dukung Joe Biden

ILUSTRASI. Calon wakil presiden partai Demokrat Senator Kamala Harris mendengarkan paparan calon presiden partai Demokrat sekaligus mantan Wakil Presiden Joe Biden dalam acara kampanye, di kemunculan pertama bersama sejak Biden memutuskan Harris sebagai pasangan cal


KONTAN.CO.ID - LOS ANGELES. Lebih dari 70 mantan pejabat keamanan nasional AS dari Partai Republik ramai-ramai mendukung kandidat presiden Joe Biden pada Jumat (21/8/2020). 

Mereka termasuk mantan kepala CIA dan FBI. Mereka meluncurkan kritik pedas kepada Presiden AS Donald Trump, dengan menyebutnya korup dan tidak layak untuk mengabdi.

Kelompok itu disebut Mantan Pejabat Keamanan Nasional Republik untuk Biden. Anggotanya termasuk beberapa anggota Republik paling senior dari pertahanan dan intelijen AS yang pernah bertugas di pemerintahan Ronald Reagan, George H.W. Bush, George W. Bush dan Trump.

Baca Juga: Sesumbar, Trump sebut perang antara AS-Korea Utara bisa terhindar karena dirinya

Reuters memberitakan, kelompok beranggotakan 73 orang itu termasuk pensiunan Jenderal Michael Hayden, yang menjabat sebagai direktur keamanan nasional dan kepala CIA; William Webster, satu-satunya orang yang menjabat sebagai kepala CIA dan FBI; John Negroponte, direktur pertama Intelijen Nasional; Michael Leiter, mantan direktur National Counterterrorism Center; dan Mike Donley, mantan sekretaris Angkatan Udara.

Kecaman keras mereka terhadap Trump dan dukungan terhadap Biden akan dirilis tiga hari sebelum konvensi pencalonan Trump dibuka pada hari Senin dan menggarisbawahi bagaimana presiden Republik telah mengasingkan beberapa anggota partainya sendiri, terutama di antara badan intelijen dan veteran kebijakan luar negeri.

Baca Juga: Biografi Kamala Harris, calon wakil presiden kulit hitam pertama di AS

"Trump telah menunjukkan bahwa dia tidak memiliki karakter dan kompetensi untuk memimpin bangsa ini dan telah terlibat dalam perilaku korup yang membuatnya tidak layak untuk menjabat sebagai presiden," kata kelompok tersebut. Kelompok ini berencana untuk beriklan satu halaman penuh di The Wall Street Journal pada hari Jumat.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru