kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.126   -76,00   -0,42%
  • IDX 5.143   -139,03   -2,63%
  • KOMPAS100 665   -20,46   -2,98%
  • LQ45 524   -15,55   -2,88%
  • ISSI 172   -4,52   -2,56%
  • IDX30 294   -8,58   -2,83%
  • IDXHIDIV20 395   -10,36   -2,56%
  • IDX80 77   -2,30   -2,91%
  • IDXV30 109   -2,66   -2,37%
  • IDXQ30 99   -2,68   -2,63%

Mantan PM Israel Kritik Netanyahu: Dia Ada di Sisi Sejarah yang Salah


Kamis, 29 Oktober 2026 / 11:20 WIB
Mantan PM Israel Kritik Netanyahu: Dia Ada di Sisi Sejarah yang Salah
ILUSTRASI. Benjamin Netanyahu dalam pemilu Israel 2026 (via REUTERS/YONATAN SINDEL)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengkritik kebijakan Benjamin Netanyahu terhadap Palestina dan menyerukan perubahan kepemimpinan menjelang pemilu Israel 2026.

Olmert mendukung Gadi Eisenkot, pemimpin Partai Yashar, yang dinilainya lebih siap memimpin Israel dibandingkan sejumlah tokoh politik lainnya.

Dikutip dari The Jerusalem Post, Olmert menyampaikan kritik tersebut dalam wawancara dengan Al-Arabiya English pada Selasa (27/10), menjelang pemilu Israel yang berlangsung hari itu.

Olmert menilai Netanyahu berada di “sisi sejarah yang salah” dan menyebut pemilu kali ini berpotensi menjadi salah satu pemilihan paling menentukan dalam sejarah modern Israel.

Ia juga menyoroti masa depan demokrasi Israel, posisi Mahkamah Agung, serta arah kebijakan negara tersebut terhadap Palestina dan kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Demi Rakyat Palestina, Pelapor PBB Minta Indonesia Tinggalkan Ide Donald Trump

Olmert Salahkan Kebijakan Netanyahu

Olmert menyalahkan Netanyahu atas kebijakan yang diterapkan sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Menurutnya, Netanyahu memilih membangun pemahaman dengan Hamas dan menolak bernegosiasi atau bekerja sama dengan Otoritas Palestina.

Mantan PM Israel itu juga menyerukan agar pemerintah Israel mengambil risiko politik untuk mendorong solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina.

Ia menyebut solusi dua negara sebagai pilihan terbaik bagi Israel. Pendekatan tersebut, menurut Olmert, dapat menjadi bagian dari perubahan arah kebijakan yang diperlukan negara itu.

Olmert memperingatkan para pemimpin politik dan aparat keamanan Israel mengenai kemungkinan konsekuensi hukum jika mereka tidak menangani kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di Tepi Barat.

Baca Juga: Pemilu Israel Berakhir Ketat, Netanyahu dan Oposisi Sama-Sama Gagal Raih Mayoritas

Dukung Eisenkot dalam Pemilu Israel 2026

Saat ini, Olmert secara terbuka mendukung Gadi Eisenkot dan Partai Yashar dalam pemilu Israel 2026.

Olmert menilai Eisenkot lebih matang, lebih siap memimpin, dan lebih populer dibandingkan sejumlah tokoh oposisi lainnya, termasuk Naftali Bennett, Yair Lapid, dan Yair Golan.

“Siapa pun yang memilih Bennett, Eisenkot, Lapid, atau Golan, perbedaannya memang tidak kecil. Namun, mereka semua berada di sisi sejarah yang benar, sedangkan Netanyahu berada di sisi sejarah yang salah,” kata Olmert.

Ia juga memperkirakan Netanyahu berpotensi kehilangan sepertiga hingga 40% kekuatan politiknya berdasarkan jajak pendapat yang dirujuknya.

Menjelang pemilu, Olmert menyerukan perubahan kepemimpinan yang menurutnya dapat membawa dampak positif bagi Israel, rakyat Palestina, kawasan Timur Tengah, dan komunitas Yahudi di seluruh dunia.

Baca Juga: Netanyahu Serukan Pendukungnya Bergerak ke TPS, Partisipasi Pemilih Arab Melonjak




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×