kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Manipuliasi pasar valas, Barclays hingga JPMorgan terancam sanksi dari Uni Eropa


Sabtu, 11 Mei 2019 / 08:15 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Sejumlah bank besar dunia terancam dikenakan sanksi oleh komisi antimonopoli Uni Eropa. Pasalnya, sejumlah bank tersebut melakukan manipulasi terhadap pasar valuta asing bernilai triliunan dolar.

Sejumlah sumber Reuters menyebut ada tujuh bank yang terancam dijatuhi sanksi dalam beberapa minggu ke depan. Mereka adalah Barclays, Citigroup, HSBC, JPMorgan, Royal Bank of Scotland, UBS dan sebuah bank kecil dari Jepang.

Potensi dendanya pun tak main-main. Bank-bank tersebut terancam dikenai denda hingga 10% dari omset global masing-masing perusahaan.

Namun bila ketujuh bank tersebut mengakui kesalahan, komisi antimonopoli Eropa akan memberi diskon hukuman sebesar 10% dari denda awal.

Regulator antimonopoli Uni Eropa sendiri telah menyelidiki kasus ini selama enam tahun terakhir. Namun komisi tersebut menolak memberi komentar terkait kabar tersebut.

Sanksi bukanlah hal baru bagi sejumlah bank tersebut. Sebelumnya Barclays, BNP Paribas, Citigroup, JPMorgan, Royal Bank of Scotland dan UBS juga menghadapi masalah serupa di Amerika Serikat. 

Secara kolektif, jumlah denda yang harus dibayar mencapai US$ 2,8 miliar. Regulator AS mengatakan kecurangan nilai tukar mata uang asing diduga dilakukan melalui ruang obrolan dengan kode-kode tertentu untuk menghindari kecurigaan petugas.




TERBARU

[X]
×