kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Masih panas, India: Tidak akan ada pertemuan dengan Malaysia di Davos soal CPO


Senin, 20 Januari 2020 / 06:46 WIB
Masih panas, India: Tidak akan ada pertemuan dengan Malaysia di Davos soal CPO
ILUSTRASI. Petani sawit. Tribun Kaltim/Fachmi Rachman

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Hubungan antara Malaysia dengan India masih memanas. Seorang sumber Reuters yang merupakan pejabat kementerian perdagangan India mengatakan pada hari Minggu (19/1), Menteri Perdagangan India tidak akan bertemu dengan rekannya dari Malaysia di Davos pada minggu depan karena jadwalnya yang padat.

Sebelumnya, santer terdengar kabar perwakilan Malaysia akan bertemu dengan perwakilan India untuk meredakan perselisihan antara pembeli minyak kelapa sawit dan pemasok terbesarnya.

India, yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, telah berulangkali melakukan aksi protes terhadap pernyataan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang menentang undang-undang kewarganegaraan baru yang menurut para kritikus mendiskriminasi umat Islam.

Baca Juga: Tahun Ceria bagi Emiten Sawit, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham CPO

Malaysia, negara dengan mayoritas Muslim, adalah penghasil dan pengekspor minyak kelapa sawit terbesar kedua dunia. Pembatasan ekspor CPO ke India terhadap ragam komoditas yang diberlakukan pada pekan lalu dipandang sebagai pembalasan atas kritik Mahathir terhadap New Delhi.

Seorang juru bicara pemerintah Malaysia mengatakan pada hari Jumat bahwa menteri perdagangan dari India dan Malaysia dapat bertemu di sela-sela pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Tetapi pejabat kementerian perdagangan India, yang mengatakan dia berbicara atas nama kementerian, mengatakan tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Piyush Goyal India dan Darell Leiking Malaysia.

Baca Juga: Harga CPO terpuruk, ini lima fakta mengenai aksi boikot CPO Malaysia oleh India

"Saya dapat memberi tahu Anda dengan adil dan jujur ​​bahwa tidak ada pertemuan antara menteri Malaysia dan menteri perdagangan India di Davos," katanya kepada Reuters, seraya meminta untuk tidak disebutkan namanya karena ia bukan juru bicara pemerintah.




TERBARU

Close [X]
×