Sumber: Kyodo | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
China masih dipandang sebagai kekuatan politik dan strategis paling berpengaruh di Asia Tenggara meskipun presentasenya turun dari 52% tahun lalu menjadi 49% tahun ini.
Mayoritas respon juga masih merasa khawatir akan besarnya pengaruh China di kawasan ini. Kekhawatiran mereka naik tahun ini menjadi 88,6% dari 85,4% tahun lalu.
Berbeda dengan China, responden tahun ini menyambut pengaruh strategis regional Amerika Serikat (AS) telah meningkat. Tahun ini angkanya naik ke 63,1% dari 52,7% di tahun lalu.
Hasil tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat ASEAN cukup menerima terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS yang baru dan menunggu kebijakan yang akan ia terapkan.












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
