kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Masyarakat Thailand berburu emas


Kamis, 21 Januari 2016 / 19:28 WIB
Masyarakat Thailand berburu emas


Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

BANGKOK. Penurunan harga emas merupakan berkah tersendiri bagi penduduk Thailand. Sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging, penduduk Thailand gemar membeli emas untuk melindungi nilai kekayaan.

Bloomberg, Kamis (21/1) memberitakan, periode Januari-November 2015, Thailand sudah memborong emas sebanyak 172 ton. Jumlah tersebut meningkat 7% dari periode yang sama tahun 2014.

"Orang Thailand suka emas, karena ini adalah kebudayaan kami," tutur Pawan Nawawattanasub, Chief Executive Officer (CEO) YLG Bullion International, importir emas terbesar di Thailand. YLG Bullion tahun ini mematok transaksi naik 25% menjadi sekitar 160 ton.

Golf Hirunyasiri, Managing Director MTS Gold Group menambahkan, orang Thailand tak suka menerima hadiah kendaraan atau juga uang. "Namun jika Anda menghadiahi emas, mereka akan sangat menyukainya," tutur Golf. Sekedar catatan, 60% pembeli emas dunia berasal dari kawasan Asia.

Sebagai tambahan, berdasarkan data UBS Group AG, pada tahun 2015 Swiss untuk pertama kalinya menjadi eksportir emas. Swiss mengirim 37% ekspor emasnya ke China dan Hong Kong. Sedangkan sebanyak 48% lain, dikirim ke India.




TERBARU

[X]
×