Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Platform prediction market Polymarket mencatat pendapatan tahunan (annualized revenue) yang telah melampaui US$ 1 miliar, mencerminkan pesatnya pertumbuhan industri prediction market seiring meningkatnya partisipasi investor ritel yang memperdagangkan kontrak atas berbagai peristiwa di masa depan.
Seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Reuters, Jumat (26/6/2026), capaian tersebut diraih sekitar enam pekan setelah Polymarket membuka akses ke bursa di Amerika Serikat, yang memungkinkan pelanggan domestik ikut bertransaksi.
Baca Juga: Barclays hingga Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Harga Minyak Dunia, Berikut Datanya
Prediction market merupakan platform yang memungkinkan pengguna memperjualbelikan kontrak berdasarkan probabilitas suatu peristiwa akan terjadi, mulai dari hasil pemilu, pertandingan olahraga, hingga perkembangan ekonomi dan geopolitik.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, prediction market telah berkembang dari segmen yang relatif kecil di dunia aset kripto dan keuangan akademik menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat. Lonjakan volume transaksi dan jumlah pengguna menjadi pendorong utama ekspansi industri tersebut.
Juru bicara Polymarket mengatakan, perusahaan selama lima tahun terakhir berfokus membangun prediction market terbesar di dunia sekaligus mempelajari perilaku pengguna dalam berinteraksi dengan pasar berskala besar.
Baca Juga: Defisit Perdagangan Barang AS Sentuh Level Tertinggi 14 Bulan, Impor Melonjak
"Kami menerapkan pengalaman tersebut dalam pengembangan platform kami di Amerika Serikat," ujar juru bicara Polymarket dalam pernyataan melalui surat elektronik.
Selain membidik investor ritel, berbagai platform prediction market kini juga gencar menarik minat investor institusi dan hedge fund untuk memperluas basis pengguna.
Saat ini, sejumlah kontrak paling populer di Polymarket mencakup prediksi juara Piala Dunia FIFA hingga kemungkinan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi global.
Prospek industri prediction market juga semakin mendapat pengakuan dari pelaku keuangan tradisional. Tahun lalu, pemilik Bursa Efek New York (NYSE), Intercontinental Exchange (ICE), menyepakati investasi senilai US$ 2 miliar ke Polymarket.
Baca Juga: Harga Tembaga Menguat ke US$ 13.308 Jumat (26/6), Ditopang Pelemahan Dolar
Investasi tersebut menjadi salah satu dukungan terbesar dari institusi keuangan konvensional terhadap industri prediction market.
Sebelumnya, CNBC melaporkan lebih dulu pencapaian pendapatan tahunan Polymarket yang menembus US$ 1 miliar.














