kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Meleset dari target, Inflasi Maret Inggris 1,6%


Selasa, 15 April 2014 / 21:10 WIB
ILUSTRASI. Hingga Selasa (22/11/2022), pukul 17.00 WIB, jumlah korban meninggal akibat gempa Cianjur bertambah menjadi 268 orang. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A


Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia

LONDON. Kenaikan harga barang-barang di Inggris per Maret lalu merupakan yang terendah selama 4,5 tahun terakhir. Kantor Statistik Nasional Inggris mengumumkan, inflasi tahunan per Maret 1,6%, turun dari pencapaian Februari yang sebesar 1,7%.

Sementara inflasi inti juga melambat ke 1,6%. Sudah tiga bulan berturut-turut, Inggris tidak memenuhi target yang ditetapkan Bank of England, yaitu inflasi tahunan 2%.

Inflasi Maret turun terutama disebabkan oleh penurunan biaya transportasi, harga bahan bakar, pakaian, dan mebel. Dibandingkan bulan Februari, inflasi bulanan per Maret naik 0,2%.

Gubernur bank sentral Inggris, Mark Carney saat ini mempertahankan bunga di level rendah yaitu 0,5% untuk membantu melonggarkan belanja masyarakat.

Pasar yakin, inflasi Inggris akan kembali naik. Gejala ekonomi lebih bergairan sudah terlihat sejak Februari. Inflasi tahunan di segmen harga rumah per Februari melaju 9,1%, tercepat sejak Juni 2010. Pasar juga berekspektasi, upah pekerja rata-rata di tiga bulan hingga Februari naik 1,8% year on year. Pemerintah Inggris akan melaporkan data ketenagakerjaan besok (16/4).




TERBARU

[X]
×