kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.027   27,00   0,15%
  • IDX 5.891   -49,72   -0,84%
  • KOMPAS100 780   -5,68   -0,72%
  • LQ45 587   -1,60   -0,27%
  • ISSI 204   -1,65   -0,80%
  • IDX30 333   -0,67   -0,20%
  • IDXHIDIV20 412   -0,25   -0,06%
  • IDX80 88   -0,51   -0,57%
  • IDXV30 113   -0,88   -0,77%
  • IDXQ30 108   -0,36   -0,33%

Menhan AS tak melihat bukti konkret Iran hendak serang empat kedubes AS


Senin, 13 Januari 2020 / 05:37 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper.


Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

Presiden Trump mengatakan pada hari Jumat, Iran mungkin telah menargetkan kedutaan AS di Baghdad dan bertujuan untuk menyerang empat kedutaan AS, sebelum Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS pada 3 Januari.

"Saya dapat mengungkapkan bahwa saya percaya itu akan menjadi empat kedutaan," katanya.

Esper mengatakan dalam sebuah wawancara terpisah tentang "State of the Union" di CNN, pemerintah memiliki "intelijen yang sangat baik" bahwa serangan yang lebih luas terhadap beberapa kedutaan besar mungkin. 

Namun, informasi itu hanya bisa dibagikan kepada Geng Delapan, sebutan untuk sekelompok anggota kongres yang mendapat pengarahan tentang informasi sensitif yang tidak dapat diakses oleh anggota Kongres lainnya.

Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien menggemakan komentar Esper bahwa pemerintah memiliki "intelijen luar biasa" pada "Meet the Press" NBC bahwa ancaman akan segera terjadi tetapi tidak mengomentari bukti yang mengatakan empat kedutaan menjadi sasaran.

Ketua Komite Intelijen DPR Adam Schiff, seorang Demokrat California dan anggota Geng Delapan, mengatakan pada hari Minggu bahwa kelompok itu tidak diberitahu tentang kemungkinan serangan pada empat kedutaan besar.




TERBARU

[X]
×