kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menyebar Secepat Kilat, Infeksi Varian Omicron Capai 95% dari Total Kasus di AS


Rabu, 05 Januari 2022 / 14:11 WIB
ILUSTRASI. Seorang wanita melakukan tes Covid-19 di lokasi pengujian pop-up saat varian Omicron terus menyebar di Manhattan, New York City, AS, Senin (27/12/2021). REUTERS/Jeenah Moon.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperkirakan, varian Omicron mencapai 95,4% dari total kasus Covid-19 di Amerika Serikat pada 1 Januari 2022.

Mengutip Reuters, varian Delta menyumbang 4,6% dari total kasus Covid-19 di AS pada 1 Januari, data CDC menunjukkan.

Varian Omicron dengan cepat menyebar ke seluruh negeri sejak terdeteksi pada 1 Desember tahun lalu, menggantikan Delta sebagai strain dominan dan memicu gelombang infeksi baru yang mendorong kasus harian medekati angka 1 juta pada Senin (3/1).

Baca Juga: WHO Sebut, Kian Banyak Bukti Varian Omicron Cuma Timbulkan Gejala Lebih Ringan

CDC mengatakan, varian Omicron menyumbang sekitar 77% dari total kasus dalam pekan yang berakhir 25 Desember tahun lalu, naik dari proyeksi 58,6%.

Varian yang menyebar cepat pertama kali terdeteksi di Selatan Afrika dan Hong Kong pada November itu menyapu dunia dengan kecepatan kilat, meskipun menyebabkan gejala yang lebih ringan dari jenis sebelumnya.

CDC pekan lalu menurunkan perkiraannya untuk kasus-kasus Omicron dalam pekan yang berakhir pada 18 Desember tahun lalu menjadi 22% dari 73%, mengutip data tambahan dan perbedaan akibat penyebaran varian itu yang cepat.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×