kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Meski ada tekanan dari AS, Rusia dan Turki tetap kembangkan kerjasama teknis militer


Selasa, 29 Desember 2020 / 23:40 WIB
Meski ada tekanan dari AS, Rusia dan Turki tetap kembangkan kerjasama teknis militer


Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SOCHI. Rusia dan Turki menegaskan kembali komitmen untuk mengembangkan kerjasama teknis militer, meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada Selasa (29/12) tentang hasil pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu tersebut.

"Kami telah menegaskan kembali komitmen timbal balik kami untuk mengembangkan kerja sama teknis militer," kata Lavrov di Sochi, Rusia, seperti dikutip kantor berita TASS. 

"Presiden (Rusia Vladimir) Putin berkali-kali menunjukkan, kami menghargai komitmen utama kolega Turki kami untuk melanjutkan kerjasama di bidang ini, meskipun ada tekanan tidak sah yang sedang berlangsung dari samping," ujarnya. 

Baca Juga: Erdogan: Sanksi AS adalah serangan terbuka terhadap hak kedaulatan Turki

"Washington secara terang-terangan melobi kepentingan produsen Amerika Serikat melalui metode non-pasar dan tidak sah," imbuh dia.

Pada 14 Desember lalu, AS mengumumkan sanksi terhadap Kepala Industri Pertahanan Turki Ismail Demir dan tiga warga negara Turki dengan menggunakan Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Sanksi tersebut Washington jatuhkan karena pembelian sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia oleh Ankara. Sistem tersebut dirancang untuk menghancurkan pesawat, rudal jelajah dan balistik, termasuk misil jarak menengah. 

Selanjutnya: Siap kirim lagi sistem pertahanan udara S-400, Rusia tunggu keputusan Turki




TERBARU

[X]
×