Meski stok sudah cukup, China terus tambah pasokan batubara

Selasa, 16 November 2021 | 20:22 WIB Sumber: Xinhua,Reuters
Meski stok sudah cukup, China terus tambah pasokan batubara

ILUSTRASI. Nelayan membawa hasil tangkapan dari danau di depan pembangkit listrik tenaga batubara milik State Development and Investment Corporation (SDIC) di luar Tianjin, China, 14 Oktober 2021. REUTERS/Thomas Peter.


KONTAN.CO.ID - BEIJING. China akan terus menambah pasokan batubara serta memastikan kapasitas pembangkit listrik selama puncak musim dingin lebih tinggi dari tahun lalu, Wakil Perdana Menteri China Han Zheng mengatakan pada Selasa (16/11).

Selain itu, China akan memperkuat pengelolaan impor energi, ekspor dan cadangan, serta membuat persiapan yang memadai untuk cuaca yang sangat dingin, kantor berita Xinhua melaporkan, mengutip pernyataan Han.

China akan menindak perilaku yang membuat harga batubara melonjak dan telah meminta lembaga keuangan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan yang "masuk akal" dari perusahaan pembangkit, Han menegaskan, seperti dilansir Reuters.

Untuk mengamankan energi yang cukup untuk pabrik dan mendukung ekonomi, China telah meningkatkan produksi dan mengekang harga batubara. Langkah ini juga guna meredakan kekhawatiran atas stagflasi.

Baca Juga: China meluncurkan program pembiayaan hijau

Harga energi telah melonjak secara global sejak awal tahun ini di tengah krisis pasokan. Di Cina, krisis energi menyebabkan pemadaman listrik pada September, memaksa beberapa pabrik untuk menghentikan produksi.

"China telah bekerja untuk meningkatkan produksi batubara dan mengembalikan harga batubara ke kisaran yang wajar," kata Meng Wei, juru bicara Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC), Selasa (16/11), seperti dikutip Xinhua.

Produksi batubara China tumbuh 4% menjadi 360 juta ton pada Oktober tahun ini dibanding periode sama tahun lalu. Dan, produksi batubara mempertahankan pertumbuhan yang stabil di November ini, data Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan.

Stok batubara dari produsen listrik pulih kembali, dengan pembangkit nasional melaporkan persedian total 129 juta ton batubara pada 14 November lalu, cukup untuk konsumsi 22 hari. Ini sembilan hari lebih banyak dari level di akhir September.

Baca Juga: Saham batubara tergelincir setelah kesepakatan iklim Glasgow

Peningkatan produksi dan stok batubara untuk pembangkit listrik membantu menurunkan harga komoditas itu, dengan harga batubara berjangka di Zhengzhou Commodity Exchange turun hampir 60% dari puncak dalam sebulan terakhir.

Selain batubara, China juga menggenjot produksi gas alam untuk memastikan kecukupan pasokan. Sejak 7 November, pasokan harian gas alam China telah mencapai lebih dari 1 miliar meter kubik, sekitar 100 juta meter kubik lebih banyak dari periode yang sama tahun lalu.

"Perusahaan gas harus meningkatkan produksi untuk meningkatkan pasokan dalam negeri," kata Meng.

Selanjutnya: Proyek PLTU baru di Asia bisa terpangkas 60%, ini penyebabnya

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru