kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

China meluncurkan program pembiayaan hijau


Selasa, 16 November 2021 / 16:09 WIB
ILUSTRASI. Energi China. REUTERS/Aly Song


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - HONGKONG. China sebagai negara pengguna batubara terbesar di dunia mulai beralih pada pertumbuhan berkelanjutan. Terbaru, bank sentral Negeri Panda ini meluncurkan program pembiayaan hijau yang ditaksir bisa menghimpun investasi hingga US$ 1 triliun per tahun pada proyek-proyek yang berkaitan dengan energi bersih. 

Langkah People's Bank of China (PBOC) ini merupakan kebijakan paling berani dibandingkan dengan bank-bank sentral di negara barat. Hal ini juga dinilai sebagai langkah cerdas untuk mengatasi dilema stagflasi.

Fasilitas pengurangan emisi karbon ini  ditujukan untuk mempercepat target pengurangan gas rumah kaca di China pada 2030. Di bawah skema ini , bank-bank besar akan memprioritaskan debitur yang ingin meningkatkan efisiensi energi, mengadopsi energi terbarukan dan mengembangkan teknologi baru untuk industri. 

Seperti dilansir Reuters, Selasa (16/11), PBOC akan menanggung 60% dari pokok pinjaman dengan tingkat bunga 1,75%,  serta diskon untuk tingkat repo terbalik tujuh hari sebesar 2,2%.

Persyaratan seperti itu seharusnya menarik bagi bank-bank China yang menderita margin bunga bersih yang sempit. Bank sentral tidak menunjukkan jumlah yang diantisipasi yang terlibat, tetapi Huatai Securities menganggap mereka dapat mencapai sebanyak 1,5 triliun yuan atau sekitar US$ 235 miliar dan investasi listrik sebesar 6 triliun yuan per tahun, mendukung sekitar 2 % pertumbuhan PDB.

Alat moneter struktural seperti ini seharusnya memberikan dorongan yang disambut baik. Tindakan keras properti China, konsumsi yang lemah dan krisis listrik membantu menyeret pertumbuhan turun menjadi 4,9% pada kuartal terakhir. 

Baca Juga: Pengurangan penggunaan batubara dilakukan bertahap, begini komentar sejumlah industri

Perlambatan kemungkinan akan memburuk karena pengembang real estat yang tertekan seperti China Evergrande berebut untuk melunasi utang. Sementara itu, harga produsen barang-barang manufaktur baru-baru ini mencapai level tertinggi 26 tahun karena reli komoditas global.

PBOC tidak ingin memompa begitu banyak uang ke dalam sistem untuk mendorong pertumbuhan. Hal seperti itu sudah pernah dilakukan pada tahun 2014 dimana bank sentral mendorong pemerintah daerah membangun kembali daerah kumuh di sebagian besar kota kecil. Di satu sisi kebijakan itu membantu meningkatkan standar hidup tetapi juga secara tak terduga memicu harga rumah dan meninggalkan lebih banyak kota hantu.

Kali ini, PBOC berusaha menghindari masalah seperti itu dengan menyalurkan uang murah ke bank dengan persetujuan alih-alih memberikannya di muka. Untuk memenuhi syarat, mereka harus mengungkapkan berapa banyak emisi yang akan dibantu oleh pinjaman ramah lingkungan. Namun, matematika semacam itu akan menghasilkan warna hijau yang lebih kabur.

PBOC akan meminta lembaga keuangan untuk mengungkapkan informasi kepada publik tentang proyek-proyek yang dibiayai oleh pinjaman tersebut, katanya. Jaminan juga akan diperlukan. 

Selanjutnya: Penggunaan batubara akan dihapus bertahap, ini komentar sejumlah emiten batubara




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×