Meta Berencana Memulai PHK Besar-besaran Pekan Ini

Senin, 07 November 2022 | 12:15 WIB   Reporter: Diki Mardiansyah
Meta Berencana Memulai PHK Besar-besaran Pekan Ini

ILUSTRASI. Meta berencana memulai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran pada pekan ini. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Induk Facebook Inc, Meta, berencana memulai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran pada pekan ini. Pengumuman PHK akan dilakukan pada hari Rabu ini yang diperkirakan akan menimpa ribuan karyawan Meta.

Mengutip dari The Wall Strett Journals pada Senin (7/11), Meta melaporkan per akhir September, total jumlah karyawan Meta lebih dari 87.000 karyawan. Adapun, Pemimpin perusahaan Meta telah menginformasikan kepada karyawannya untuk membatalkan perjalanan yang tidak penting mulai pekan ini.

PHK yang akan dilakukan oleh Meta menyusul pemberitaan yang ramai belakangan ini tentang pemecatan sebagian besar karyawan di Twitter imbas diambilalihnya platform tersebut oleh bos Tesla, Elon Musk.

Baca Juga: Rumor PHK Massal di Tubuh Meta Menyusul Prospek yang Mengecewakan

Dengan kabar pemecatan terhadap karyawan Twitter, berdampak pada tren yang lebih luas dalam PHK yang terjadi di industri teknologi setelah industri ini menikmati pertumbuhan kinerja yang signifikan selama pandemi Covid-19.

Dikutip dari The Independent, pada akhir Oktober 2022, perusahaan Meta mengalami penurunan yang dramatis pada harga sahamnya setelah melaporkan hasil yang lemah, kehilangan hampir 25% dari nilainya. Saat ini, harga sama Meta berada di bawah sepertiga dari harga di awal tahun.

Kinerja Meta yang lesu dilaporkan di berbagai aplikasi andalannya, termasuk Facebook dan Instagram. Investor tampak lebih khawatir ketika pendiri platform ini, Mark Zuckerberg mengatakan selama panggilan  konferensi bahwa ia akan terus lebih banyak berinvestasi ke metaverse, kendati ada reaksi negatif terhadap upayanya sejauh ini.

Sekadar informasi, meski Zuckerberg telah mengganti nama perusahaan menjadi "Meta" daripada Facebook dalam upayanya mengembangkan metaverse. Akan tetapi hingga saat ini belum ada inovasi atau bentuk yang berarti dilakukan pada metaverse.

Baca Juga: Sindir Elon Musk, Biden Sebut Twitter Telah Memuntahkan Kebohongan di Seluruh Dunia

"Google dan SNAP menunjukkan kelemahan di pasar periklanan digital. Saham Meta mengalami penurunan 19% dalam perdagangan setelah jam kerja. Angka tersebut menunjukkan pelemahan harga yang berkelanjutan dan perkiraan yang akan lesu pada kuartal keempat akhir tahun nanti," kata Barringer, analis riset ekuitas di Quilter Cheviot.

Barringer bilang, ini semua terjadi dikarenakan pertumbuhan ekonomi global yang lemah, persaingan yang terjadi dengan TikTok dan BeReal, ditambah persaingan dengan Netflix dan Disney+ dalam pengiklanan, kekhawatiran seputar profitabilitas dan pengembalian investasi dari metaverse, dan ancaman yang selalu ada.

"Prospek Meta ke depan tetap sangat tidak pasti," pungkas Barringer.

Editor: Handoyo .

Terbaru