Bisnis

Microsoft Akan Investasi US$ 10 Miliar di Perusahaan Riset Pencipta ChatGPT

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:16 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Microsoft Akan Investasi US$ 10 Miliar di Perusahaan Riset Pencipta ChatGPT

ILUSTRASI. Microsoft semakin serius berinvestasi di OpenAI. REUTERS/Charles Platiau/File Photo


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Microsoft semakin serius berinvestasi di OpenAI, perusahaan riset nirlaba yang bergerak dan bertujuan untuk mengembangkan serta mengarahkan kecerdasan buatan (AI).

OpenAI merupakan pencipta ChatGPT, sebuah chatbot kecerdasan buatan yang diluncurkan pada November 2022 dan menggegerkan pasar. ChatGPT memungkinkan pengguna untuk beruji coba dengan kemampuannya menulis artikel, puisi serta kode komputer hanya dalam hitungan detik.

Sumber Bloomberg mengungkapkan bahwa Microsoft akan menambah investasinya sebesar US$ 10 miliar dalam beberapa tahun ke depan ke OpenAI. Raksasa teknologi sudah memberikan dukungannya sejak 2019 dan berlanjut pada 2021 untuk putaran kedua dengan total investasinya mencapai US$ 1 miliar. 

OpenAI yang berpusat di California juga merupakan pencipta DALL-E, sebuah program yang dengan cepat bisa membuat gambar dan ilustrasi digital dengan permintaan sederhana.

Baca Juga: Apa itu ChatGPT? Ini Penjelasan dan Cara Membuat Pertanyaan di ChatGPT

Investasi tersebut digelontorkan untuk memberi Microsoft akses ke beberapa sistem kecerdasan buat yang paling populer dan canggih. Microsoft bersaing dengan Alphabet, Amazon.com, dan Meta Platforms untuk mendominasi di sektor teknologi yang berkembang pesat.

Pada saat yang sama, OpenAI membutuhkan pendanaan Microsoft dan kekuatan cloud-computing untuk mengolah volume data yang sangat besar dan menjalankan model yang semakin kompleks yang memungkinkan program seperti DALL-E untuk menghasilkan gambar realistis berdasarkan beberapa kata.

Kesepakatan itu akan memberikan dorongan untuk cloud Azure Microsoft, sambil menyediakan OpenAI dengan superkomputer tambahan yang dirancang khusus untuk menjalankan model AI yang kompleks dan mendorong penelitiannya. 

"Microsoft berencana menggunakan model OpenAI di seluruh produk konsumen dan korporat dan merilis kategori produk baru berdasarkan karya OpenAI," tulis  perusahaan tersebut dalam posting perusahaan. 

Penggunaan Azure yang dipicu oleh kesepakatan ini adalah kunci bagi Microsoft saat berjuang untuk mengembangkan bisnis itu, kata analis Bloomberg Intelligence, Anurag Rana. 

Baca Juga: Apa Itu ChatGPT yang Sedang Viral? Begini Cara Menggunakan dan Daftar Akun OpenAI

“Ini bahkan dapat membantu Microsoft menutup celah lebih jauh dengan AWS, mengacu pada layanan cloud Amazon yang memimpin pasar," kata Anurag Rana dikutip Bloomberg, Selasa (24/1). 

OpenAI tercatat menggunakan layanan berbasis cloud Microsoft Azure untuk melatih semua modelnya dan bahwa investasi Microsoft akan memungkinkannya untuk mempercepat penelitian independennya. Azure akan tetap menjadi penyedia cloud eksklusif untuk OpenAI, kata perusahaan itu.

Sumber Bloomberg menambahkan, sama seperti investasi Microsoft sebelumnya di OpenAI, sebagian besar nilai dari kesepakatan itu akan berupa pemberian Microsoft kepada OpenAI Azure cloud-computing horsepower yang diperlukan untuk menjalankan sistem AI-nya.

Kesepakatan itu memiliki struktur yang rumit karena investor di OpenAI terbatas dalam pengembalian investasi mereka karena ini adalah perusahaan laba terbatas. 
 

Microsoft akan mendapatkan hampir setengah dari pengembalian finansial OpenAI sampai investasinya dilunasi hingga batas yang telah ditentukan, kata salah satu orang. Semua keuntungan di luar yang terhutang kepada investor dan karyawan dikembalikan ke OpenAI, yang diatur oleh organisasi nirlaba OpenAI.

Selanjutnya: DPR Kembali Pertanyakan Data Hasil Food Estate Kementan

Editor: Handoyo .

Terbaru