kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Morgan Stanley: Akan lebih banyak bank sentral di Asia yang pangkas suku bunga acuan


Rabu, 24 Juli 2019 / 16:55 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Morgan Stanley memperkirakan bank-bank sentral di Asia akan terus memangkas suku bunga acuannya hingga tahun depan meski ruang kebijakan yang terbatas dan tingkat utang naik akan membuat siklus pelonggaran yang moderat bagi sebagian orang.

Mengutip Bloomberg, Rabu (24/7) Deyi Tan, ekonom Asia Morgan Stanley yang berbasis di Hong Kong mengatakan, dengan mengambil isyarat dovish dari Federal Reserve, Indonesia dan Filipina akan mengendorkan pengetatan agresif yang sudah dilakukan sejak tahun 2018, sementara India dan Malaysia kemungkinan akan terus melonggarkan kebijakan moneter untuk mendukung ekonomi yang melemah.

Tan menambahkan, di Thailand dan Korea Selatan, masing-masing diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya satu kali hingga tahun 2020, sementara China dan Taiwan tidak mungkin untuk menyesuaikan tingkat kebijakannya.

"Ini tidak terlihat seperti siklus pelonggaran agresif," katanya seperti dikutip Bloomberg. 

The Fed siap untuk memangkas suku bunga acuannya apda 31 Juli untuk pertama kalinya sejak 2008 di tengah perlambatan ekonomi global, namun pertumbuhan AS masih cukup solid. Di seluruh Asa, bank sentral di India, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Indonesia, Filipina dan Malaysia kebijakan pelonggaran suku bunga sudah mereda tahun ini.

Para pembuat kebijakan juga akan memiliki ruang untuk langkah-langkah makroprudensial untuk mengambil tindakan yang lebih bertarget. Langkah-langkah kontrol pinjaman kemungkinan akan meningkat di Asia dan dapat membantu memastikan bahwa likuiditas akan beralih ke tempat yang tepat dalam perekonomian," jelas Tan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×