kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.818   29,00   0,16%
  • IDX 6.143   -77,26   -1,24%
  • KOMPAS100 813   -12,20   -1,48%
  • LQ45 614   -11,63   -1,86%
  • ISSI 210   -2,36   -1,11%
  • IDX30 348   -7,11   -2,00%
  • IDXHIDIV20 426   -10,20   -2,34%
  • IDX80 92   -1,50   -1,60%
  • IDXV30 114   -1,27   -1,10%
  • IDXQ30 111   -2,93   -2,56%

Muslim Terus Memerangi Islamofobia di AS Pasca Peristiwa 9/11 Tahun 2001


Senin, 12 September 2022 / 09:09 WIB
ILUSTRASI. Bagi Muslim Amerika, konsekuensi pasca 11 September dari Islamofobia berlanjut. REUTERS/Carlos Barria


Sumber: Al Jazeera | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi Muslim Amerika, konsekuensi pasca peristiwa 11 September yang menjadi Islamofobia berlanjut saat peringatan 21 tahun serangan tersebut secara khidmat diperingati pada hari Minggu.

Menurut statistik FBI, kejahatan kebencian terhadap Muslim di Amerika Serikat meroket segera setelah 11 September 2001, dan masih dalam tren yang meningkat.

“Muslim terus menjadi target kebencian, penindasan, dan diskriminasi sebagai akibat dari stereotip yang diabadikan oleh Islamofobia dan media pada tahun-tahun setelah serangan 9/11,” kata Hussam Ayloush, direktur eksekutif cabang Los Angeles Dewan Hubungan Amerika-Islam.

Baca Juga: Pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri Tewas dalam Serangan Pesawat Tak Berawak CIA

“Dua puluh satu tahun setelah serangan, umat Islam terus menghadapi ancaman kekerasan yang ditargetkan.”

Setelah 11 September, Ayloush mengatakan, ada "badai sempurna dari rakyat Amerika dan pemerintahnya yang membutuhkan 'musuh' bersama".

“Kenyataan yang disayangkan adalah ada orang dan organisasi yang diuntungkan dengan melanggengkan Islamofobia, kefanatikan, dan perang,” katanya.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×