kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Muslim Terus Memerangi Islamofobia di AS Pasca Peristiwa 9/11 Tahun 2001


Senin, 12 September 2022 / 09:09 WIB
Muslim Terus Memerangi Islamofobia di AS Pasca Peristiwa 9/11 Tahun 2001
ILUSTRASI. Bagi Muslim Amerika, konsekuensi pasca 11 September dari Islamofobia berlanjut. REUTERS/Carlos Barria


Sumber: Al Jazeera | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi Muslim Amerika, konsekuensi pasca peristiwa 11 September yang menjadi Islamofobia berlanjut saat peringatan 21 tahun serangan tersebut secara khidmat diperingati pada hari Minggu.

Menurut statistik FBI, kejahatan kebencian terhadap Muslim di Amerika Serikat meroket segera setelah 11 September 2001, dan masih dalam tren yang meningkat.

“Muslim terus menjadi target kebencian, penindasan, dan diskriminasi sebagai akibat dari stereotip yang diabadikan oleh Islamofobia dan media pada tahun-tahun setelah serangan 9/11,” kata Hussam Ayloush, direktur eksekutif cabang Los Angeles Dewan Hubungan Amerika-Islam.

Baca Juga: Pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri Tewas dalam Serangan Pesawat Tak Berawak CIA

“Dua puluh satu tahun setelah serangan, umat Islam terus menghadapi ancaman kekerasan yang ditargetkan.”

Setelah 11 September, Ayloush mengatakan, ada "badai sempurna dari rakyat Amerika dan pemerintahnya yang membutuhkan 'musuh' bersama".

“Kenyataan yang disayangkan adalah ada orang dan organisasi yang diuntungkan dengan melanggengkan Islamofobia, kefanatikan, dan perang,” katanya.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×