Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - ZURICH. Nestle melanjutkan langkah restrukturisasi bisnisnya dengan memisahkan unit bisnis air minum ke dalam perusahaan patungan (joint venture) bersama perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Platinum Equity. Dari transaksi ini, produsen makanan terbesar di dunia tersebut memperkirakan akan mengantongi dana sekitar €3 miliar atau setara US$ 3,43 miliar.
Dalam pengumuman pada Kamis (23/7) seperti yang dilaporkan Reuters, Nestle menyebut perusahaan patungan baru itu akan diberi nama Peranel dengan komposisi kepemilikan masing-masing 50% oleh Nestle dan Platinum Equity. Peranel akan menaungi sejumlah merek air minum premium seperti Perrier, S.Pellegrino, Acqua Panna, serta bisnis Nestle Pure Life dan sejumlah bisnis air minum lokal milik perusahaan.
Transaksi tersebut ditargetkan rampung pada paruh pertama tahun depan. Nestle menaksir nilai perusahaan (enterprise value) Peranel mencapai €4,9 miliar, sehingga perusahaan akan menerima dana tunai sekitar €3 miliar saat transaksi resmi ditutup.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Nestle mencari arah baru bagi bisnis air minumnya yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai tantangan. Di Prancis, unit usaha tersebut tersandung persoalan hukum dan regulasi terkait penggunaan metode pengolahan air yang tidak diizinkan.
Baca Juga: Nestle Akan Menjual Bisnis Es Krim, Fokus Perkuat Portofolio Inti
Di saat yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Nestle Philipp Navratil tengah mendorong perbaikan pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan melalui fokus pada merek-merek inti. Strategi tersebut dijalankan bersamaan dengan publikasi laporan keuangan semester pertama Nestle yang dirilis pada Kamis.
"Dengan bermitra bersama Platinum Equity, Peranel akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menjalankan strateginya dengan kelincahan yang lebih tinggi," ujar Navratil dalam keterangan resmi.
Melalui pembentukan perusahaan patungan ini, Nestle berharap bisnis air minumnya dapat berkembang lebih fleksibel sebagai entitas tersendiri, sementara perusahaan dapat lebih fokus memperkuat bisnis utamanya yang mencakup produk susu formula bayi, kopi, dan makanan hewan peliharaan.
Baca Juga: Elon Musk Buka Suara soal Peluang Merger Tesla dan SpaceX














