kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Nilai Aset Vatikan Bertambah €89 Juta Ditopang Lonjakan Harga Emas


Jumat, 31 Juli 2026 / 22:02 WIB
Nilai Aset Vatikan Bertambah €89 Juta Ditopang Lonjakan Harga Emas
ILUSTRASI. Pemandangan umum Lapangan Santo Petrus di Vatikan, 19 Oktober 2025. (REUTERS/Claudia Greco)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Lembaga pengelola aset Vatikan melaporkan surplus operasional turun lebih dari 60% sepanjang 2025. Meski demikian, total kekayaan Vatikan tetap meningkat berkat kenaikan nilai emas, properti, dan investasi.

Dalam laporan yang dirilis Jumat (31/7/2026), Administrasi Warisan Takhta Suci (Administration of the Patrimony of the Holy See/APSA) mencatat surplus operasional sebesar €22,8 juta, turun tajam dari €62,2 juta pada 2024.

Baca Juga: Chelsea Didenda £10 Juta atas Pelanggaran Aturan FA, Lolos dari Pengurangan Poin

Sebaliknya, nilai aset bersih Vatikan meningkat sebesar €89 juta menjadi €2,686 miliar.

Periode pelaporan tersebut bertepatan dengan transisi kepemimpinan Gereja Katolik dari Pope Francis kepada Pope Leo XIV, yang terpilih pada Mei setelah wafatnya Paus Fransiskus.

APSA, yang mengelola investasi keuangan dan portofolio properti Vatikan, mengatakan telah menyalurkan €22,7 juta untuk membantu membiayai operasional Takhta Suci.

Laporan ini memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi keuangan Vatikan di tengah tantangan yang dihadapi Paus Leo XIV untuk mengatasi defisit anggaran yang telah berlangsung selama beberapa tahun.

Presiden APSA Uskup Agung Giordano Piccinotti mengatakan, penurunan surplus operasional terjadi karena pada 2024 kinerja keuangan mendapat dorongan dari restrukturisasi portofolio investasi yang hanya terjadi satu kali.

Baca Juga: Inflasi AS Masih Membandel, Dua Pejabat The Fed Minta Kenaikan Suku Bunga

"Sebaliknya, 2025 merupakan kembalinya kondisi operasional yang normal," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa prioritas APSA bukan memaksimalkan keuntungan, melainkan menjaga dan memperkuat aset milik Gereja Katolik.

Sepanjang 2025, sekitar 17% portofolio investasi Vatikan ditempatkan pada saham, 32% pada obligasi, dan 29% pada emas fisik. Selain itu, APSA juga mengelola hampir 5.500 properti di berbagai negara.

Meski portofolio investasi mencatat kerugian akuntansi sebesar €3,7 juta akibat penerapan aturan akuntansi baru Vatikan, peningkatan pendapatan dari sektor properti mampu menjaga hasil operasional tetap positif.

Kenaikan terbesar terhadap nilai aset berasal dari revaluasi kepemilikan emas yang menambah kekayaan bersih sebesar €40,8 juta.

Baca Juga: ​Harga HP Terancam Naik Lagi, Qualcomm Siapkan Kenaikan Harga Chip Mulai September

Sementara itu, kenaikan nilai properti menyumbang tambahan €39,2 juta dan kenaikan valuasi surat berharga memberikan kontribusi sebesar €16,3 juta.

Sektor properti tetap menjadi sumber utama pendapatan rutin APSA dengan menghasilkan €44,5 juta pada 2025, meningkat €9,4 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut APSA, peningkatan tersebut didorong oleh pengelolaan aset yang lebih efisien, kenaikan pendapatan sewa, serta penurunan biaya pemeliharaan.

Ke depan, APSA menjalankan program tiga tahun selama 2025–2027 untuk menjual aset properti yang dinilai tidak lagi strategis.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Vatikan meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan aset setelah sebelumnya menghadapi sejumlah skandal investasi, termasuk investasi properti di London yang berujung pada persidangan kasus dugaan penipuan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×