Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Dua pejabat Federal Reserve (The Fed) yang menolak keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) mempertahankan suku bunga pada pekan ini menegaskan bahwa kenaikan suku bunga diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.
Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack mengatakan, inflasi telah bertahan di atas target selama lebih dari lima tahun dan kecil kemungkinan akan turun dengan sendirinya tanpa pengetatan kebijakan moneter.
Baca Juga: Obligasi AS Kirim Sinyal The Fed Mungkin Tak Lagi Naikkan Suku Bunga
"Inflasi telah bertahan di atas 2% selama lebih dari lima tahun, dan saya tidak yakin inflasi akan kembali ke target dengan sendirinya," ujar Hammack dalam pernyataan yang dirilis bank sentral wilayah Cleveland, Jumat (31/7/2026).
Menurut Hammack, kenaikan suku bunga dana federal (federal funds rate) akan membantu menekan aktivitas ekonomi dan meredakan tekanan inflasi. Ia juga menilai kondisi pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat untuk menahan dampak kenaikan suku bunga.
"Saya lebih memilih menaikkan suku bunga pada pertemuan terakhir karena saya tidak melihat kebijakan saat ini cukup ketat," katanya.
Senada, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari menyatakan, bank sentral seharusnya sudah menaikkan suku bunga pada pertemuan Rabu (29/7) sebagai langkah awal dari serangkaian kenaikan bertahap.
"Untuk mengurangi risiko inflasi tinggi menjadi permanen, saya lebih memilih memperketat kebijakan secara bertahap sambil terus mengumpulkan data mengenai inflasi dan pasar tenaga kerja," tulis Kashkari.
Baca Juga: Harga HP Terancam Naik Lagi, Qualcomm Siapkan Kenaikan Harga Chip Mulai September
Ia menilai, apabila inflasi tetap tinggi, serangkaian kenaikan suku bunga dalam skala kecil akan lebih baik dibanding menunggu hingga akhirnya diperlukan langkah yang lebih agresif.
Sebaliknya, jika inflasi mulai melandai, The Fed masih dapat memperlambat atau menghentikan siklus kenaikan suku bunga tanpa menimbulkan dampak besar terhadap perekonomian.
Selain Hammack dan Kashkari, Presiden Federal Reserve Dallas Lorie Logan juga mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dari kisaran saat ini 3,50%–3,75%.
Namun, mayoritas anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memilih mempertahankan suku bunga sehingga hasil pemungutan suara berakhir 9 banding 3.
Keputusan tersebut muncul di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter di bawah Ketua The Fed Kevin Warsh, yang enggan memberikan panduan jelas mengenai langkah kebijakan berikutnya.
Baca Juga: Bos CONCACAF Dikabarkan Siap Tantang Gianni Infantino dalam Pemilihan Presiden FIFA
Pasar saat ini masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya pada 15–16 September.
Data terbaru menunjukkan, indeks harga belanja konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE), yang menjadi indikator inflasi favorit The Fed, naik 3,7% secara tahunan pada Juni dan masih menghadapi tekanan kenaikan.
Komentar Warsh setelah rapat pekan ini yang menegaskan pentingnya mengendalikan inflasi, namun tanpa disertai kenaikan suku bunga, turut memicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun ke atas 5,2%, tertinggi dalam 19 tahun.
Inflasi AS memang telah turun dibanding masa pandemi Covid-19, tetapi masih bertahan di atas target akibat tarif impor yang diberlakukan Presiden Donald Trump, kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah, serta meningkatnya investasi di sektor kecerdasan buatan (AI).
Kashkari mengakui inflasi saat ini banyak dipicu faktor pasokan. Namun, menurutnya, kebijakan moneter tetap memiliki peran penting untuk mencegah guncangan pasokan yang berulang memicu inflasi tinggi secara permanen.
Baca Juga: Bursa Global Bersiap Catat Kenaikan Mingguan, Microsoft Pulihkan Optimisme Sektor AI
Ia juga mengingatkan bahwa lonjakan inflasi pada dekade 1970-an yang sebagian besar dipicu gangguan pasokan pada akhirnya hanya dapat dikendalikan melalui kebijakan moneter yang ketat.
Sementara itu, Warsh mengatakan perbedaan pandangan dalam rapat merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan di The Fed.
"Saya meminta adanya perdebatan yang kuat, dan memang itu yang terjadi. Namun, mayoritas besar tetap mendukung keputusan yang kami ambil," ujarnya.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
