kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Pejabat The Fed Dorong Pemangkasan Suku Bunga Secara Agresif Tahun Ini


Selasa, 03 Februari 2026 / 20:47 WIB
Pejabat The Fed Dorong Pemangkasan Suku Bunga Secara Agresif Tahun Ini
ILUSTRASI. Gubernur The Fed dorong pemangkasan suku bunga lebih dari 1% di 2026. Ketahui potensi keuntungan investasi Anda sekarang! (REUTERS/Aaron Schwartz)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Gubernur Federal Reserve (The Fed) Stephen Miran kembali mendorong perlunya pemangkasan suku bunga acuan secara agresif sepanjang tahun ini.

Dalam wawancara dengan Fox Business Network pada Selasa (3/2/2026), Miran menyatakan bahwa kebijakan moneter saat ini dinilai terlalu ketat bagi kondisi perekonomian.

“Saya mungkin melihat kebutuhan pemangkasan suku bunga sedikit lebih dari satu poin persentase sepanjang tahun ini,” ujar Miran.

Menurut dia, meskipun inflasi masih berada di atas target bank sentral sebesar 2%, tekanan harga yang mendasari (underlying inflation) sebenarnya sudah lebih terkendali dibandingkan yang terlihat di angka utama (headline).

Miran menilai, kombinasi inflasi inti yang relatif jinak serta pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, didukung oleh berkurangnya beban regulasi memberi ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga tanpa memicu kembali lonjakan tekanan harga.

Baca Juga: Dolar Bertahan Menguat Selasa (3/2), Didukung Data Ekonomi dan Ekspektasi The Fed

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut memungkinkan bank sentral melonggarkan kebijakan moneternya tanpa harus khawatir terhadap risiko inflasi yang kembali memanas.

Masa jabatan Miran sebagai gubernur The Fed secara resmi telah berakhir pada akhir Januari. Namun, ia masih tetap menjabat hingga pejabat baru dikonfirmasi untuk mengisi posisinya.

Pada Jumat pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan mantan bankir sentral Kevin Warsh sebagai kandidat pilihannya untuk memimpin bank sentral AS.

Pernyataan Miran ini menambah dinamika perdebatan di kalangan pejabat moneter AS terkait arah kebijakan suku bunga pada 2026, di tengah kondisi inflasi yang mulai mereda namun pertumbuhan ekonomi tetap kuat.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×