kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.801   -14,00   -0,08%
  • IDX 7.994   71,17   0,90%
  • KOMPAS100 1.118   10,11   0,91%
  • LQ45 814   7,71   0,96%
  • ISSI 283   4,31   1,55%
  • IDX30 426   5,34   1,27%
  • IDXHIDIV20 511   5,56   1,10%
  • IDX80 125   1,61   1,31%
  • IDXV30 138   2,97   2,19%
  • IDXQ30 138   1,15   0,84%

Dolar Bertahan Menguat Selasa (3/2), Didukung Data Ekonomi dan Ekspektasi The Fed


Selasa, 03 Februari 2026 / 08:46 WIB
Dolar Bertahan Menguat Selasa (3/2), Didukung Data Ekonomi dan Ekspektasi The Fed
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Gary Cameron)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di level penguatan pada perdagangan Selasa (3/2/2026), didukung data ekonomi AS yang positif serta perubahan ekspektasi kebijakan Federal Reserve (The Fed), meskipun kekhawatiran soal potensi penutupan pemerintahan AS kembali mencuat.

Sementara itu, dolar Australia menguat menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA), yang menjadi yang pertama dari tiga keputusan bank sentral utama dunia pekan ini.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Selasa (3/2), Emas Bangkit di Tengah Perdagangan yang Lebih Tenang

Yen Jepang tetap tertekan setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama berupaya meredam pernyataan perdana menteri yang menyinggung potensi manfaat dari pelemahan mata uang.

Penguatan dolar AS terjadi setelah data manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas manufaktur AS kembali ke zona ekspansi.

Sentimen pasar juga terbantu oleh meredanya ketegangan geopolitik, menyusul tercapainya kesepakatan dagang AS–India serta rencana dimulainya kembali perundingan nuklir antara AS dan Iran.

“Faktor domestik dari AS sangat mendukung dolar, terutama kejutan besar dari data ISM,” ujar Rodrigo Catril, ahli strategi valuta asing di National Australia Bank.

“Kisah India menarik, tetapi yang lebih penting adalah meredanya ketegangan AS–Iran, di mana tekanan dan ancaman Presiden Trump tampaknya membawa Iran kembali ke meja perundingan,” tambahnya.

Baca Juga: Trump Klaim Meksiko Akan Hentikan Pengiriman Minyak ke Kuba

Indeks dolar, yang mengukur kinerja dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama, relatif stabil di level 97,50, setelah mencatatkan kenaikan selama dua hari berturut-turut. Euro naik tipis 0,1% ke US$1,1804, sementara yen menguat tipis 0,1% ke 155,53 per dolar AS.

Dolar AS menguat sejak Presiden Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya.

Para analis menilai Warsh cenderung tidak agresif mendorong penurunan suku bunga cepat, berbeda dengan sejumlah kandidat lain sebelumnya.

Trump pada Senin mengumumkan kesepakatan dagang dengan India yang memangkas tarif atas barang India sebagai imbalan atas penghentian pembelian minyak Rusia dan penurunan hambatan perdagangan.

Di sisi geopolitik, AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan perundingan nuklir pada Jumat di Turki, dengan Trump memperingatkan akan ada konsekuensi serius jika kesepakatan gagal dicapai.

Baca Juga: Trump Luncurkan Cadangan Mineral Strategis US$12 Miliar untuk Hadapi Dominasi China

Pasar kini menanti keputusan RBA, yang diperkirakan akan melanjutkan siklus kenaikan suku bunga setelah memangkas suku bunga tiga kali tahun lalu.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya saat mengumumkan kebijakan terbaru pada Kamis.

Dolar Australia naik 0,3% ke US$0,6965, sementara dolar Selandia Baru (kiwi) menguat 0,3% ke US$0,6017. Pound sterling juga naik tipis 0,1% ke US$1,3676.

Investor tercatat menjual yen dan obligasi pemerintah Jepang menjelang pemilu pada 8 Februari, seiring ekspektasi kebijakan fiskal yang lebih ekspansif jika Perdana Menteri Sanae Takaichi meraih mandat kuat.

Baca Juga: Bursa Australia Menguat Dipimpin Bank & Tambang Selasa (3/2), Menanti Keputusan RBA

Menteri Keuangan Katayama pada Selasa membela pernyataan Takaichi soal manfaat yen yang lebih lemah, dengan mengatakan bahwa perdana menteri hanya merujuk pada teori yang tertulis dalam buku teks ekonomi.

Di pasar aset digital, bitcoin naik 0,5% ke US$78.840,02, sementara ether menguat tipis 0,1% ke US$2.343,94.

Selanjutnya: Beli Lalu Lupakan, Ini Jurus Warren Buffett Lipat Gandakan Modal US$ 1 Juta

Menarik Dibaca: BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem Berlanjut, Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×