kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ogah memakai sistem waralaba dan enggan go public (2)


Jumat, 28 Juni 2019 / 10:30 WIB
Ogah memakai sistem waralaba dan enggan go public (2)

Reporter: Ahmad Ghifari | Editor: Tri Adi

Peggy Cherng bersama suaminya masih bersikukuh tak mau mengenalkan sistem waralaba untuk melebarkan sayap Panda Restaurant Group. Peggy juga belum punya keinginan melepas saham perusahaannya ke publik. Peggy masih meyakini tanpa semua itu bisnisnya bisa berkembang. Salah satu rahasia Peggy membesarkan Panda adalah membangun bisnis dengan cinta. Hal itu ditanamkan ke karyawan Panda hingga perusahaan ini terus berkembang.

Sebuah bangunan tiga dimensi setinggi 12 kaki bertuliskan LOVE menghiasi kantor Panda Restaurant Group di kota Rosemead, California, Amerika Serikat (AS). Bangunan karya seniman Robert Indiana itu dipesan oleh Peggy Cherng untuk menggambarkan bagaimana wanita imigran China ini membangun bisnis Panda Group.

Dalam wawancara dengan New York Times, Peggy pemilik Panda Group yang masuk dalam daftar miliarder ini menyebutkan salah satu hal yang bisa membangun bisnis selama 45 tahun ini adalah dengan cinta. "Kami membangun budaya berdasarkan kepercayaan, dan tujuan dari kepercayaan adalah cinta," kata Peggy.

Hal ini yang ditanamkan Peggy ke seluruh karyawannya di 2.200 outlet Panda. Makanya di seragam Panda tertera sebuah pepatah Tiongkok terkenal yakni "Buat bahagia mereka yang dekat dan mereka yang jauh akan datang". Filosofi ini yang membuat bisnis Panda Group terus berkembang.

Panda Group memiliki anak usaha seperti Panda Inn, Panda Express dan Hibachi-San. Saat ini restorannya tersebar di banyak negara. Misalnya di Amerika Serikat (AS), Kanada, Meksiko, Jepang, Korea Selatan , Arab Saudi, Uni Emirat Arab hingga Guatemala. Forbes mencatat kekayaan Peggy mencapai US$ 1,7 miliar. Jumlah tersebut menjadikannya berada di antara 250 orang terkaya di (AS).

Keyakinan akan cinta ini juga membuat Peggy bersama suaminya Andrew Cherng memilih tak mengenalkan sistem waralaba atau franchise ke Panda Group. Walau tak mengenal franchise, sejak 2005, Panda bisa membuka 150 toko dibuka setiap tahunnya.

Buat pasangan suami istri ini memilih mengembangkan bisnisnya sendiri lebih memuaskan dibandingkan dengan menyerahkan ke sistem waralaba. Atau harus melempar saham perusahaan ke publik melalui initial public offering (IPO). "Motivasi go public benar-benar permainan finansial," kata Andrew. Buat keduanya, memilih go public cuma orang yang ingin memiliki uang lebih.

Namun, mereka dengan tegas menolak langkah yang banyak diambil oleh perusahaan sebesar Panda Group di Amerika Serikat. "Bagaimanapun, kami selalu bisa tumbuh, ujar Andrew. Lagi-lagi, Peggy menjawab alasan besar tidak mengambil langkah IPO ataupun franchise adalah karena cinta.

Peggy menyebutkan lebih memilih menyerahkan beberapa gerai ke karyawan untuk mengelola dibandingkan harus melepas ke orang yang tidak ia kenal. Peggy juga tidak segan-segan memberikan dividen ke karyawannya atas jerih payah membesarkan Panda Group hingga kini. "Cinta adalah kata kerja yang kami tekankan dengan keluarga Panda. Kami harus saling menghormati dan peduli. Kami harus saling mendorong dan meregangkan," ujar Peggy.

Walau semuanya tak berjalan mulus. Ada juga beberapa konflik dengan karyawan. Meski tak terlalu besar, Peggy bersama suaminya berhasil menyelesaikan konflik itu dengan cukup mulus.

Panda Restaurant adalah tempat makan cepat saji yang berhasil mengembangkan salah satu menu andalannya, The Original Orange Chicken, yang terinspirasi oleh cita rasa Provinsi Hunan, China. Hidangan ini menyajikan gigitan ayam renyah dalam saus jeruk manis dan pedas. Panda berhasil menjual 90 juta ayam per tahun.

Kini bisnis Panda juga turun ke keluarganya. Dua dari tiga anak Cherng bekerja untuk Panda Restaurant Group. Andrea Cherng adalah chief marketing officer. Sementara Nicole Cherng adalah manajer katering dan acara khusus. Panda masih terus berkembang hingga kini di banyak negara.

(Bersambung)



TERBARU

[X]
×