kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Orang Terkaya Di Dunia Sebut Menabung Sudah Tak Cocok Di Era AI


Selasa, 03 November 2026 / 16:31 WIB
Orang Terkaya Di Dunia Sebut Menabung Sudah Tak Cocok Di Era AI
ILUSTRASI. Orang Terkaya Di Dunia Sebut Menabung Sudah Tak Cocok Di Era AI


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Apakah Anda masih suka menabung untuk hari tua? Mungkin, cara menyimpan uang tersebut perlu dipertimbangkan lagi.

Orang terkaya di dunia, Elon Musk melontarkan pernyataan kontroversial terkait pengelolaan keuangan pribadi. Bos Tesla dan SpaceX tersebut menilai kebiasaan menabung untuk masa depan dalam jangka panjang tidak lagi diperlukan karena perkembangan akal imitasi atau artificial intelligence (AI) akan menciptakan kelimpahan ekonomi.

Pernyataan itu menuai perhatian lantaran disampaikan oleh Musk, salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan yang mendekati US$ 1 triliun. Pandangannya juga memunculkan perdebatan mengenai relevansi kebiasaan menabung dan mempersiapkan dana pensiun di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Musk: Menabung untuk masa depan tidak ada gunanya

Pernyataan tersebut disampaikan Musk melalui akun media sosial X pada Kamis (29/10/2026). Ia membalas unggahan seorang pengguna X dengan akun @battleangelviv yang membahas kebiasaannya membenarkan keputusan belanja berlebihan.

Pengguna tersebut bergurau bahwa dirinya tidak perlu terlalu memikirkan pengeluaran karena dunia sedang menuju masa depan yang dipenuhi kelimpahan berkat AI.

Musk kemudian memberikan tanggapan yang cukup mengejutkan.

"Menabung uang untuk masa depan yang jauh tidak ada gunanya dengan hadirnya kelimpahan dari kecerdasan super," tulis Musk.

Pernyataan itu bukan kali pertama Musk memprediksi bahwa perkembangan AI dan robotika akan mengubah sistem ekonomi dunia, termasuk mengurangi peran uang dalam kehidupan manusia.

Pada Januari 2026, Musk membahas pandangannya tersebut dalam podcast bersama Peter Diamandis, pengusaha sekaligus ketua eksekutif XPrize Foundation.

Dalam perbincangan itu, Musk menggambarkan masa depan ketika manusia tidak lagi harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menurut dia, AI dan robot akan mampu menghasilkan barang serta menyediakan layanan dalam jumlah yang jauh melampaui kebutuhan manusia.

Baca Juga: Harga Emas Tergelincir, Serangan di Timur Tengah Tambah Kekhawatiran Inflasi

Ia bahkan memperkirakan harga berbagai barang dan jasa bisa turun drastis karena biaya produksi semakin murah.

Musk menilai robot dapat bekerja sepanjang waktu tanpa membutuhkan upah seperti tenaga kerja manusia. Kondisi tersebut berpotensi menekan biaya produksi sekaligus mengubah struktur perekonomian.

"Saya pikir uang akan berhenti menjadi relevan pada suatu titik di masa depan," ujar Musk dalam podcast tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Musk juga menyarankan masyarakat agar tidak terlalu mengkhawatirkan persiapan dana pensiun.

Menurut dia, menyisihkan uang untuk kebutuhan pensiun dalam 10 hingga 20 tahun mendatang mungkin tidak lagi memiliki arti jika prediksi mengenai kelimpahan ekonomi akibat AI benar-benar terwujud.

Baca Juga: Masalah Keamanan, Piala Asia di Arab Saudi Ditunda Jadi Desember 2027

Usulkan pendapatan tinggi universal untuk menghadapi pengangguran akibat AI

Untuk mengantisipasi perubahan besar di pasar tenaga kerja, Musk sebelumnya juga mengemukakan gagasan mengenai universal high income atau pendapatan tinggi universal.

Melalui unggahannya di X pada April 2026, Musk menyebut pemberian bantuan tunai langsung dari pemerintah kepada masyarakat sebagai salah satu cara terbaik untuk menghadapi pengangguran akibat perkembangan AI dan robotika.

"Pendapatan tinggi universal melalui cek dari pemerintah federal merupakan cara terbaik untuk menghadapi pengangguran yang disebabkan oleh AI," tulis Musk.

Ia berpendapat, produksi barang dan jasa oleh AI serta robot akan meningkat jauh lebih cepat dibandingkan pertambahan jumlah uang beredar. Dengan demikian, kebijakan pemberian bantuan tunai tersebut menurutnya tidak akan memicu inflasi.

Meski optimistis terhadap masa depan tersebut, Musk juga mengakui bahwa transisi menuju ekonomi berbasis AI berpotensi menimbulkan persoalan sosial.

Sebelumnya, dalam wawancara bersama The Economist pada Juli 2026, Musk bahkan memperkirakan uang tidak lagi menjadi sesuatu yang penting pada 2036.

Ia beralasan, apabila AI dan robot mampu menyediakan barang serta jasa melebihi kebutuhan manusia, masyarakat tidak lagi memiliki alasan kuat untuk menggunakan uang seperti saat ini.

Tonton: Transfer Bank Kena PPN 9 November? Ini Penjelasan DJP

Pakar keuangan tetap menyarankan masyarakat menabung

Berbeda dengan pandangan Musk, sejumlah pakar keuangan pribadi dan AI justru mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan kebiasaan menabung, terutama untuk kebutuhan pensiun.

Mengutip Business Insider, tujuh pakar yang dimintai pendapatnya tetap menyarankan masyarakat untuk mempersiapkan dana pensiun meskipun perkembangan AI berpotensi meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya berbagai kebutuhan.

Mereka menilai, prediksi mengenai kelimpahan ekonomi akibat AI masih mengandung banyak ketidakpastian. Salah satunya berkaitan dengan bagaimana hasil produksi dan kekayaan yang dihasilkan teknologi tersebut dapat didistribusikan secara merata kepada masyarakat.

Selain itu, peningkatan produktivitas tidak serta-merta menjamin seluruh masyarakat akan menikmati kesejahteraan yang sama. Faktor kepemilikan aset, kebijakan pemerintah, serta akses terhadap teknologi tetap berpotensi menciptakan kesenjangan ekonomi.

Pandangan serupa juga pernah disampaikan pendiri Microsoft, Bill Gates. Ia memperkirakan AI dan robotika memang dapat membawa manusia menuju era kelimpahan, tetapi proses peralihannya tidak akan berlangsung mulus.

Gates mengingatkan bahwa 10 hingga 20 tahun mendatang berpotensi menjadi periode yang penuh gejolak dalam sejarah manusia. Perubahan teknologi yang berlangsung cepat dapat menghadirkan tantangan besar, terutama terkait lapangan pekerjaan dan pemerataan kesejahteraan.

Dengan demikian, meskipun AI berpotensi mengubah cara manusia bekerja dan mengelola keuangan, prediksi mengenai masa depan tanpa kebutuhan uang belum dapat dipastikan. Bagi masyarakat, menyiapkan tabungan dan dana pensiun masih menjadi langkah penting untuk menghadapi berbagai kemungkinan ekonomi di masa mendatang.






Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/11/03/12350057/ketika-orang-paling-tajir-sejagat-bilang-menabung-sia-sia-?page=all#page2
 

BEI Buka Data Pemegang Saham di Atas 1%, Reformasi Pasar Modal Dikebut




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×