kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Otoritas keuangan Singapura kembangkan pembayaran digital berbasis blockchain


Senin, 11 November 2019 / 12:39 WIB
Managing Director MAS Ravi Menon membuka SFF x SWITCH 2019 di Singapore Expo.


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Monetary Authority of Singapura (MAS) berhasil mengembangkan purwarupa pembayaran digital berbasis blockchain. Melalui teknologi ini, pembayaran bisa dilakukan di seluruh mata uang dalam jaringan yang dikembangkan MAS.

Aplikasi telah berhasil diuji coba dan dipamerkan dalam gelaran Singapore Fintech Festival and Singapore Week of Innovation and Technology (SFF x SWITCH) 2019 yang digelar Senin (11/11) hingga Kamis (15/11).

Baca Juga: Modal kecil return tinggi, investasi Bitcoin direkomendasikan untuk milenial

"Terdapat sejumlah bukti bahwa pembayaran berbasis teknologi blockchain dapat mengefisienkan biaya dan menciptakan kesempatan bisnis baru. Kami berharap sejumlah bank sentral negara-negara lain juga bisa menguji coba hal serupa, dan kamu akan segera mempublikasikan spesifikasi teknis agar bisa digunakan oleh publik," kata Chief Fintech Officer MAS Sopnendu Mohanty.

Ia menambahkan, jika dikembangkan secara masif oleh banyak negara pembayaran berbasis blockchain bakal meningkatkan interkonektivitas dan mempercepat implementasi pembayaran lintas negara.

Pengembangan teknologi blockchain yang digagas MAS sendiri dilakukan dengan bekerja sama dengan J.P. Morgan dan Temasek dengan tajuk Project Ubin. Keberhasilan MAS meluncurkan purwarupa juga menandai telah dilaluinya fase keempat Project Ubin yang berfokus tentang integrasi jaringan MAS dengan jaringan blockchain.

Baca Juga: Bank Sentral China desak bank-bank komersial tingkatkan pemakaian aplikasi blockchain

Sementara memasuki fase kelima, MAS bakal menyusun sejumlah benefit yang bakal didapat para pelaku keuangan, maupun teknologi dengan menggunakan jaringan mereka. Hingga kini, MAS mengklaim setidaknya telah ada 40 lembaga keuangan maupun non keuangan yang tertarik bergabung dalam jaringan.

"Kami sangat tertarik untuk menjadi mitra infrastruktur MAS dan Temasek dalam menggelar fase kelima Project Ubin. Dengan kemampuan kami membangun Interbank Information Network (IIN), dan JPM Coin, kami sangat mendukung pengembangan jaringan pembayaran berbasis blockchain," kata John Hunter, Global Head of Clearing and Interbank Information Network (IIN), J.P. Morgan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×