kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pabrik Baja China Belum Akan Saingi Arcelor Mittal


Kamis, 04 Februari 2010 / 11:49 WIB
Pabrik Baja China Belum Akan Saingi Arcelor Mittal


Reporter: Nurmayanti, Bloomberg | Editor: Test Test

Produsen baja terbesar di dunia, China berubah pikiran tentang target menjadikan industri baja miliknya sebesar pemimpin pasar baja global asal India, Arcelor Mittal dalam waktu dekat ini. Negara ini berencana terlebih dulu memfokuskan peningkatan kualitas produk baja di pabrik-pabrik miliknya.

“Kami ingin mereka fokus untuk membenahi teknologi, kualitas produk dan terkait isu lingkungan. Menjadi besar tidak selalu bagus. Buktinya, Arcelor Mittal menderita kerugian cukup banyak tahun lalu,” kata Li Xinchuang, President of the China Metallurgical Industry Planning and Research Institute seperti dikutip Bloomberg, (4/2).

Menurut Lee, produsen baja China harus memperbaiki kualitas baja miliknya sesuai keinginan pasar. Terutama dalam memenuhi kualifikasi sesuai standar produksi baja bagi industri perkapalan dan otomotif. Le mengaku akan segera mengumumkan langkah yang bakal pemerintahnya ambil bagi industri bajanya. Namun, dia tak menyebutkan waktu pastinya.

Tapi berdasarkan draf kebijakan pemerintah, China mempertimbangkan untuk membangun satu atau dua perusahaan baja berkapasitas 100 juta ton pada 2015. Tak hanya India, di pasar dalam negeri produsen baja China juga harus berhadapan dengan produk impor asal Jepang.




TERBARU

[X]
×