kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45939,09   -24,05   -2.50%
  • EMAS952.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.46%
  • RD.CAMPURAN -0.55%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Pantau militer Korut, AS terbangkan pesawat pengintai di langit Korsel


Selasa, 01 Desember 2020 / 05:12 WIB
Pantau militer Korut, AS terbangkan pesawat pengintai di langit Korsel
ILUSTRASI. Ilustrasi militer Korea Utara. KCNA via REUTERS


Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Menurut pelacak penerbangan, pesawat pengintai Amerika Serikat (AS) terbang di atas langit Korea Selatan selama beberapa hari terakhir berturut-turut. Tujuannya adalah untuk memantau kegiatan militer Korea Utara.

Melansir Yonhap, menurut pelacak No callsign, pesawat RC-135W Rivet Joint milik Angkatan Udara AS terlihat terbang di atas kota barat Incheon dan wilayah metropolitan pada Senin (30/11/2020) pagi.

Asal tahu saja, pesawat RC-135W Rivet Joint mengkhususkan diri dalam mendeteksi sinyal telemetri sebelum peluncuran rudal dan menganalisis lintasan hulu ledak.

Kemudian pada hari yang sama, satu pesawat EO-5C Crazy Hawk, bersama dengan tiga pesawat tempur A-10 Thunderbolt II dan dua kapal tanker udara KC-135R, juga terlihat di atas langit Korea Selatan.

Baca Juga: Pembuatan kapal Aegis Jepang penangkal rudal Korea Utara segera disetujui

Selama akhir pekan, militer AS menerbangkan E-8C, atau JSTARS, di atas Laut Kuning dan wilayah barat Korea Selatan..

Yonhap memberitakan, E-8C juga dikenal mampu memantau dengan cermat pergerakan pasukan dan peralatan Korea Utara, termasuk rudal dan senjata artileri.

Penerbangan itu dilakukan di tengah spekulasi bahwa negara komunis itu dapat melakukan provokasi, seperti peluncuran rudal, menjelang pelantikan Presiden terpilih AS Joe Biden bulan depan.

Baca Juga: Korea Utara selesaikan pembangunan 2.300 unit rumah untuk korban badai topan

Para ahli mengatakan, pengerahan pesawat pengintai itu akan menjadi bagian dari operasi reguler mereka, tetapi AS mungkin membiarkan beberapa dari mereka terlihat dengan sengaja untuk mengirim pesan berupa tekanan ke Korea Utara.

"Kami memantau dengan cermat gerakan militer Korea Utara. Sampai sekarang, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan tindakan provokatif yang akan segera dilakukan oleh Korea Utara," kata seorang perwira Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan.

 

Selanjutnya: Korea Utara mencoba meretas produsen vaksin COVID-19 asal Korea Selatan

 




TERBARU

[X]
×