kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Pasar Tenaga Kerja Ketat, Walmart Akan Naikkan Upah Pekerjanya


Kamis, 26 Januari 2023 / 13:10 WIB
Pasar Tenaga Kerja Ketat, Walmart Akan Naikkan Upah Pekerjanya
ILUSTRASI. Logo Walmart. REUTERS/Mario Anzuoni


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Walmart Inc akan menaikkan upah rata-rata per jam untuk pekerja di toko-toko mereka di AS mulai bulan depan dalam upaya untuk menarik dan mempertahankan pekerja di tengah pasar tenaga kerja domestik yang ketat.

Walmart mengatakan, mereka akan menaikkan gaji rata-rata per jam menjadi US$ 17,50 dari saat ini US$ 17 per jam.

"Upah minimum akan naik sebesar US$ 2 untuk staf di toko AS hingga kisaran US$ 14-US$ 19 per jam, tergantung pada lokasi toko," kata seorang juru bicara seperti dilansir dari Reuters, Kamis (26/1).

Juru bicara tersebut juga menambahkan, bahwa sekitar 340.000 karyawan di sekitar 3.000 toko Walmart memenuhi syarat untuk mendapat kenaikan gaji. Walmart secara total mempekerjakan 1,6 juta pekerja Amerika yang sebagian besar ada di daerah pedesaan dan semi-perkotaan.

Baca Juga: Produksi Mobil Inggris Turun 9,8% pada 2022, Tapi Mobil Listrik Naik 4,8%

Langkah Walmart diambil saat pertumbuhan upah AS melambat. Data awal bulan ini menunjukkan rata-rata pertumbuhan pendapatan per jam untuk pekerja AS melambat menjadi 0,3% pada Desember dari 0,4% bulan sebelumnya.

Namun, pasar tenaga kerja tetap ketat dengan tingkat pengangguran turun ke level terendah dalam lima tahun sebesar 3,5% pada bulan Desember dan jumlah lowongan pekerjaan jauh melampaui jumlah pengangguran.

Hal ini dapat meningkatkan peluang bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga.




TERBARU

[X]
×