kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Produksi Mobil Inggris Turun 9,8% pada 2022, Tapi Mobil Listrik Naik 4,8%


Kamis, 26 Januari 2023 / 12:14 WIB
ILUSTRASI. Pabrik mobil Inggris


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - LONDON. Produksi mobil di Inggris turun hampir 10% pada tahun 2022. Dipicu oleh krisis semikonduktor global yang terus-menerus dan penguncian terkait pandemi di China. Meski demikian, produksi kendaraan listrik meningkat hampir 5% pada tahun 2022.

Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) mengatakan, produksi mobil Inggris turun 9,8% menjadi 775.014 pada tahun 2022 dan masih lebih rendah 40% di bawah level 2019 sebelum pandemi virus corona global melanda.

Walau begitu, pabrik mobil Inggris mencatatkan rekor 234.066 untuk kendaraan listrik murni atau kendaraan listrik baterai (BEV), kendaraan listrik hibrida plug-in (PHEV) dan kendaraan listrik kendaraan listrik hibrida (HEV), dengan total peningkatan 4,5% dari tahun 2021.

Kendaraan listrik hibrida dan murni menyumbang 30,2% dari seluruh produksi kendaraan. Total produksi BEV Inggris pun tumbuh sebesar 4,8% pada tahun 2022.

Baca Juga: Ekonomi Filipina Kuartal IV 2022 Tumbuh 7,2%, Mengalahkan Ekspektasi

Mike Hawes, kepala eksekutif SMMT mengatakan bahwa angka-angka ini mencerminkan masa-masa sulit untuk pembuatan mobil Inggris pada tahun 2022.

"Meskipun kami masih memproduksi lebih banyak kendaraan listrik daripada sebelumnya, dengan model-model mutakhir bernilai tinggi dan canggih, dalam permintaan di seluruh dunia," kata Mike seperti dilansir dari Reuters, Kamis (26/1).

Untuk diketahui, hampir 80% mobil yang diproduksi di Inggris pada tahun 2022 dibuat untuk pasar luar negeri dan hampir 60% produk yang diekspor dijual ke negara-negara Uni Eropa.




TERBARU

[X]
×