kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Produksi Mobil Inggris Turun 9,8% pada 2022, Tapi Mobil Listrik Naik 4,8%


Kamis, 26 Januari 2023 / 12:14 WIB
ILUSTRASI. Pabrik mobil Inggris


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - LONDON. Produksi mobil di Inggris turun hampir 10% pada tahun 2022. Dipicu oleh krisis semikonduktor global yang terus-menerus dan penguncian terkait pandemi di China. Meski demikian, produksi kendaraan listrik meningkat hampir 5% pada tahun 2022.

Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) mengatakan, produksi mobil Inggris turun 9,8% menjadi 775.014 pada tahun 2022 dan masih lebih rendah 40% di bawah level 2019 sebelum pandemi virus corona global melanda.

Walau begitu, pabrik mobil Inggris mencatatkan rekor 234.066 untuk kendaraan listrik murni atau kendaraan listrik baterai (BEV), kendaraan listrik hibrida plug-in (PHEV) dan kendaraan listrik kendaraan listrik hibrida (HEV), dengan total peningkatan 4,5% dari tahun 2021.

Kendaraan listrik hibrida dan murni menyumbang 30,2% dari seluruh produksi kendaraan. Total produksi BEV Inggris pun tumbuh sebesar 4,8% pada tahun 2022.

Baca Juga: Ekonomi Filipina Kuartal IV 2022 Tumbuh 7,2%, Mengalahkan Ekspektasi

Mike Hawes, kepala eksekutif SMMT mengatakan bahwa angka-angka ini mencerminkan masa-masa sulit untuk pembuatan mobil Inggris pada tahun 2022.

"Meskipun kami masih memproduksi lebih banyak kendaraan listrik daripada sebelumnya, dengan model-model mutakhir bernilai tinggi dan canggih, dalam permintaan di seluruh dunia," kata Mike seperti dilansir dari Reuters, Kamis (26/1).

Untuk diketahui, hampir 80% mobil yang diproduksi di Inggris pada tahun 2022 dibuat untuk pasar luar negeri dan hampir 60% produk yang diekspor dijual ke negara-negara Uni Eropa.




TERBARU

[X]
×