Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai mengintensifkan kampanye untuk pemilu sela atau midterm elections dengan mengunjungi Texas dan Oklahoma pada Kamis (1/10/2026).
Trump akan menjalani rangkaian kampanye selama 32 hari untuk membantu kandidat Partai Republik mempertahankan mayoritas tipis di Kongres pada pemilu November mendatang.
Trump berupaya menjadi wajah utama Partai Republik dalam menghadapi pemilu sela. Ia dijadwalkan berkampanye di sejumlah pemilihan anggota DPR dan Senat yang kompetitif, meski kehadirannya masih menjadi pertimbangan bagi sejumlah kandidat Partai Republik.
Baca Juga: Nikkei Jepang Melemah 0,79% Jumat (2/10), Investor Mulai Ambil Untung Setelah Reli
Lawatan awal Trump dilakukan ke wilayah yang secara tradisional kuat mendukung Partai Republik.
Langkah tersebut ditujukan untuk membangun momentum sebelum Trump memasuki negara bagian dengan persaingan pemilu yang lebih ketat.
Sejumlah pejabat Partai Republik khawatir strategi tersebut belum tentu membantu semua kandidat.
Beberapa kandidat bahkan mulai mengambil jarak dari Trump dalam isu-isu yang menjadi perhatian pemilih, termasuk perang dengan Iran dan ekspansi pusat data yang membutuhkan konsumsi listrik besar.
Dalam kunjungannya ke Texas, Trump menghadiri acara di fasilitas Peterbilt Motors di Denton. Dalam pidatonya selama sekitar 55 menit, Trump mengatakan dirinya akan terlibat langsung dalam upaya Partai Republik menghadapi pemilu sela.
"Setiap tempat yang saya datangi, kami menang," kata Trump, seraya menegaskan bahwa dirinya sangat bersemangat menjalani rangkaian kampanye tersebut.
Trump sebelumnya mengakui bahwa pemerintahannya belum cukup berhasil menyampaikan capaian ekonomi kepada publik.
Ketidakpuasan pemilih terhadap kondisi ekonomi dan kenaikan biaya hidup menjadi salah satu isu penting menjelang pemilu sela. Survei AP-NORC yang dirilis Kamis menunjukkan hanya 26% warga AS yang menyetujui penanganan ekonomi oleh Trump.
Baca Juga: Bursa Australia Rebound dari Level Terendah Tiga Bulan Jumat (2/10), Naik 0,4%
Persaingan Senat Texas
Texas menjadi salah satu negara bagian yang mendapat perhatian dalam strategi kampanye Trump. Pemilihan Senat di negara bagian tersebut termasuk dalam sejumlah kontestasi yang dinilai kompetitif.
Trump dijadwalkan berkampanye bersama kandidat Partai Republik Ken Paxton, yang akan menghadapi kandidat Demokrat James Talarico dalam pemilihan Senat.
Trump sebelumnya mendukung Paxton dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik. Dukungan tersebut membuat Partai Republik harus mengalokasikan sumber daya besar untuk mempertahankan kursi Senat yang sebelumnya relatif aman bagi partai tersebut.
Pertemuan Trump dan Paxton juga menjadi perhatian setelah rekaman percakapan pribadi Paxton dengan sejumlah donor bocor. Dalam rekaman tersebut, Paxton disebut mempertanyakan dampak konvensi Partai Republik pada September terhadap dirinya dan kandidat partai lainnya.
Tim kampanye Paxton membantah isi rekaman tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang telah dimanipulasi.
Trump juga mengatakan belum mengetahui isi rekaman tersebut dan tetap menyebut konvensi itu sebagai acara yang berhasil.
Baca Juga: Harga Minyak Brent Naik ke US$102,60 Jumat (2/10), China Batasi Ekspor BBM
Harga BBM Jadi Sorotan
Dalam kunjungannya ke Texas, Trump juga mempromosikan kebijakan perdagangan dan tarif pemerintahannya.
Gedung Putih menyebut tarif terhadap truk yang diberlakukan pada era Trump telah membantu mendorong pertumbuhan lapangan kerja di perusahaan seperti PACCAR, pemilik Peterbilt.
Namun, kenaikan harga bahan bakar menjadi tantangan lain bagi pesan ekonomi Trump. Harga diesel di Texas sempat mencapai rekor US$5,97 per galon sekitar dua pekan sebelumnya.
Harga rata-rata bensin juga meningkat hampir 44% secara tahunan menjadi sekitar US$3,92 per galon, menurut data AAA yang dikutip Reuters.
Baca Juga: Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed Oktober Merosot, Pasar Bidik Desember
Setelah Texas, Trump melanjutkan perjalanan ke Durant, Oklahoma. Ia kemudian dijadwalkan berkampanye di Alabama pada Jumat (2/10), sebelum memasuki negara bagian dengan persaingan yang lebih ketat.
Pada Sabtu (3/10), Trump dijadwalkan berkampanye di Ohio. Sementara pada Senin (5/10), ia akan mengunjungi Nebraska. Kedua negara bagian tersebut menjadi bagian dari peta persaingan yang mendapat perhatian Partai Republik menjelang pemilu sela November.














