kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.024   -33,00   -0,18%
  • IDX 5.205   208,02   4,16%
  • KOMPAS100 667   36,47   5,78%
  • LQ45 520   31,26   6,40%
  • ISSI 178   5,95   3,45%
  • IDX30 292   19,12   7,00%
  • IDXHIDIV20 383   26,10   7,31%
  • IDX80 77   4,37   6,04%
  • IDXV30 107   6,14   6,10%
  • IDXQ30 97   6,77   7,54%

Pasca serangan Iran, Denmark tarik sebagian besar pasukan dari Irak


Rabu, 08 Januari 2020 / 23:16 WIB
ILUSTRASI. Mahasiswa Irak dalam aksi protes menentang intervensi AS dan Iran di Basra, Irak, 8 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - COPENHAGEN. Denmark untuk sementara waktu memindahkan puluhan personel militernya yang ada di Pangkalan Udara Al-Asad dan Baghdad ke Kuwait, dengan alasan keamanan pasca serangan rudal Iran.

Melansir Reuters, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan kepada wartawan, Rabu (8/1), hanya 30 hingga 40 personel dari lebih 130 tentara negaranya yang akan tetap berada di Irak.

Angkatan Bersenjata Denmark dalam unggahan di Twitter memastikan, tidak ada tentara mereka yang terluka atau terbunuh dalam serangan rudal Iran, Rabu (8/1) dini hari, di Pangkalan Udara Al-Asad di Irak.

Baca Juga: Saat menembak rudal, Iran diyakini menghindari jatuh korban dari militer AS

Denmark memiliki sekitar 130 tentara di pangkalan tersebut sebagai bagian dari pasukan koalisi internasional yang memerangi Negara Islam di Irak dan Suriah.

Iran meluncurkan serangan rudal di Pangkalan Udara Al-Asad dan fasilitas Irak lain di Erbil yang menjadi markas pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) sebagai balasan atas pembunuhan Qassem Soleimani.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×