kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Pasca serangan Iran, Denmark tarik sebagian besar pasukan dari Irak


Rabu, 08 Januari 2020 / 23:16 WIB
ILUSTRASI. Mahasiswa Irak dalam aksi protes menentang intervensi AS dan Iran di Basra, Irak, 8 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - COPENHAGEN. Denmark untuk sementara waktu memindahkan puluhan personel militernya yang ada di Pangkalan Udara Al-Asad dan Baghdad ke Kuwait, dengan alasan keamanan pasca serangan rudal Iran.

Melansir Reuters, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan kepada wartawan, Rabu (8/1), hanya 30 hingga 40 personel dari lebih 130 tentara negaranya yang akan tetap berada di Irak.

Angkatan Bersenjata Denmark dalam unggahan di Twitter memastikan, tidak ada tentara mereka yang terluka atau terbunuh dalam serangan rudal Iran, Rabu (8/1) dini hari, di Pangkalan Udara Al-Asad di Irak.

Baca Juga: Saat menembak rudal, Iran diyakini menghindari jatuh korban dari militer AS

Denmark memiliki sekitar 130 tentara di pangkalan tersebut sebagai bagian dari pasukan koalisi internasional yang memerangi Negara Islam di Irak dan Suriah.

Iran meluncurkan serangan rudal di Pangkalan Udara Al-Asad dan fasilitas Irak lain di Erbil yang menjadi markas pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) sebagai balasan atas pembunuhan Qassem Soleimani.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×