kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Saat menembakkan rudal, Iran diyakini menghindari jatuh korban dari militer AS


Rabu, 08 Januari 2020 / 22:59 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang memegang bendera Palestina dan Iran saat mereka merayakan di jalan, setelah Iran meluncurkan rudal ke pasukan pimpinan AS di Irak, di Teheran, Iran, 8 Januari 2020. UTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Iran diyakini sengaja menghindari jatuh korban dari militer Amerika Serikat (AS) dalam serangan rudal di pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan negeri uak Sam di Irak sebagai aksi pembalasan.

Menurut sumber-sumber Reuters di Pemerintah AS dan Eropa yang akrab dengan intelijen, Iran menargetkan serangan dengan menghindari korban pasukan AS guna mencegah krisis meningkat di luar kendali, tapi tetap mengirim pesan yang kuat.

Sumber Reuters di Washington mengatakan, berdasarkan indikasi awal, tidak ada korban di militer AS dalam serangan rudal Iran yang menghantam dua pangkalan militer di Irak, Rabu (8/1) dini hari.

Baca Juga: Sebelum serangan, Irak memberikan peringatan dini kepada AS

Sebelumnya, Kantor Perdana Menteri Irak menyebutkan, Iran menembakkan 22 rudal ke dua pangkalan yang menampung tentara AS dan pasukan koalisi lainnya, sebagai balasan atas pembunuhan Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

"(Sebelum serangan) Kami menerima pesan verbal resmi dari Republik Islam Iran, bahwa respons Iran terhadap pembunuhan Qasem Soleimani telah dimulai atau akan segera dimulai," kata Kantor Perdana Menteri Irak.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×