kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru-paru, Pemimpin Dunia Sampaikan Doa


Rabu, 14 Oktober 2026 / 17:39 WIB
Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru-paru, Pemimpin Dunia Sampaikan Doa
ILUSTRASI. Paus Leo (via REUTERS/Matteo Pernaselci)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemimpin dunia, umat Katolik di berbagai negara, serta sejumlah kardinal senior di Vatikan menyampaikan doa bagi Paus Leo XIV setelah dokter mengumumkan bahwa pemimpin Gereja Katolik berusia 71 tahun itu didiagnosis menderita kanker paru-paru dan menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru kanannya.

Diagnosis tersebut mengejutkan banyak pihak, mengingat Leo dikenal relatif muda dan energik untuk seorang pemimpin Gereja Katolik. Ia terpilih sebagai paus pada Mei 2025.

Melansir Reuters, dalam misa terbuka di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Rabu (14/10/2026), umat memanjatkan doa agar Leo dapat menjalani masa pemulihan dengan baik dan sembuh sepenuhnya setelah operasi.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Stabil di Rp 17.903 per Dolar AS pada Rabu (14/10)

Vatikan menyatakan, Paus Leo didiagnosis menderita adenokarsinoma paru-paru pada Selasa (13/10/2026).

Jenis kanker ini merupakan bentuk kanker paru-paru yang paling umum. Diagnosis tersebut diketahui setelah dokter mengangkat lobus bawah paru-paru kanannya melalui operasi.

Vatikan menyebut Leo melewati malam dengan tenang di rumah sakit. Informasi lebih lanjut mengenai kondisinya dijadwalkan disampaikan pada Rabu.

Leo sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma, setelah dokter menemukan pertumbuhan jaringan saat pemeriksaan kesehatan rutin.

Operasi berlangsung sekitar 90 menit dan selesai tanpa komplikasi, menurut pernyataan ahli bedah utama Paus, Stefano Margaritora, dan dokter pribadinya, Luigi Carbone, pada Selasa malam.

Keduanya menjelaskan, seluruh lobus bawah paru-paru kanan diangkat untuk menghilangkan jaringan kanker. Paru-paru manusia memiliki lima lobus, yakni tiga di sisi kanan dan dua di sisi kiri.

Baca Juga: Netflix Kantongi Hak Siar Piala Dunia 2030 di Spanyol dan Andorra

Namun, Vatikan belum mengungkapkan ukuran tumor maupun apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Kedua faktor tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan prognosis penyakit.

Paus Leo dikenal menyukai olahraga, termasuk tenis. Ia juga tidak diketahui sebagai perokok dan tidak memiliki riwayat masalah kesehatan baru-baru ini yang diketahui publik.

Pemimpin dunia sampaikan dukungan

Vatikan sebelumnya menyatakan Paus Leo diperkirakan akan menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar satu pekan. Seluruh agenda publiknya dibatalkan hingga 20 Oktober 2026.

Misa pada Rabu menjadi penutup pertemuan para uskup yang diselenggarakan atas inisiatif Leo untuk membahas ajaran Gereja mengenai kehidupan keluarga.

Baca Juga: IMF Mendesak Negara Anggota untuk Menambah Dana Bagi Negara Berpenghasilan Rendah

Pertemuan tersebut merupakan salah satu pertemuan terbesar para pemimpin Gereja selama masa kepausannya.

Misa dipimpin oleh Kardinal Luis Tagle dari Filipina untuk menggantikan Paus Leo. Pekan lalu, Leo menyetujui penunjukan Tagle sebagai dekan Dewan Kardinal, jabatan penting dalam hierarki Gereja Katolik yang untuk pertama kalinya dipercayakan kepada seorang rohaniwan Asia.

Dukungan juga datang dari sejumlah pemimpin politik. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan dirinya dan sang istri, Jeanette, mendoakan kesembuhan Paus Leo, yang lahir di Chicago dan merupakan warga Amerika Serikat.

"Semoga Tuhan memberinya kekuatan dan Roh Kudus membimbing para tenaga medis yang merawat Bapa Suci," tulis Rubio melalui platform X. Ia bertemu Leo di Vatikan pada Mei lalu.

Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance belum segera menyampaikan tanggapan melalui media sosial. Vance sendiri beragama Katolik, sementara Trump sebelumnya pernah melontarkan kritik terhadap Paus Leo.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga menyampaikan harapan agar Paus Leo segera pulih.

"Ketenangan dan kekuatannya menjadi inspirasi bagi kita semua. Kami berharap ia pulih sepenuhnya dan segera," tulis von der Leyen melalui X.

Baca Juga: Negara Asia Harus Waspadai Munculnya Krisis Keuangan Lagi

Perjalanan ke Amerika Selatan masih belum pasti

Paus Leo biasanya menjalani jadwal kegiatan yang padat. Ia dijadwalkan mengunjungi Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6–17 November 2026.

Namun, belum ada kepastian apakah perjalanan tersebut tetap berlangsung setelah diagnosis kanker dan operasi yang dijalaninya.

Sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang memiliki sekitar 1,4 miliar umat di seluruh dunia, Paus memiliki kewenangan tertinggi dalam urusan Gereja. Tidak ada pejabat yang secara otomatis menggantikannya ketika ia sakit.

Apabila seorang paus tidak dapat menjalankan tugasnya, aktivitas birokrasi Vatikan tetap berlangsung seperti biasa.

Namun, keputusan yang membutuhkan persetujuan langsung paus akan ditunda hingga ia dapat kembali menjalankan kewenangannya.

Baca Juga: Negara Asia Harus Waspadai Munculnya Krisis Keuangan Lagi


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×