kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pemimpin G7 dukung otonomi Hong Kong, China protes keras


Selasa, 27 Agustus 2019 / 21:33 WIB
ILUSTRASI. Unjuk rasa pro demokrasi di Hong Kong


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China menyuarakan ketidakpuasan atas pernyataan bersama para pemimpin G7 yang mendukung otonomi Hong Kong. Bahkan, Beijing menuduh pemerintah asing mencampuri urusan Hong Kong.

"Kami menyatakan ketidakpuasan kami yang kuat dan oposisi tegas terhadap pernyataan yang dibuat oleh para pemimpin KTT G7 tentang urusan Hong Kong," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (27/8), seperti dikutip Channelnewsasia.com

"Kami telah berulang kali menekankan, bahwa urusan Hong Kong adalah murni urusan dalam negeri China, dan tidak ada pemerintah asing, organisasi, atau individu yang memiliki hak untuk melakukan intervensi," tegas Geng.

Baca Juga: China bakal masuk ke Hong Kong untuk menindak pendemo?

"Aturan hukum, tatanan sosial, mata pencaharian ekonomi dan citra internasional Hong Kong telah sangat terpengaruh," ujar Geng. "Tidak ada yang lebih peduli pada kemakmuran dan stabilitas Hong Kong daripada orang-orang Cina, termasuk orang-orang Hong Kong."

Dalam KTT di Prancis, Senin (26/8), para pemimpin G7 mendukung otonomi Hong Kong, sebagaimana tercantum dalam Perjanjian 1984 antara Inggris dan China.

Pemimpin Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat juga menyerukan ketenangan di bekas koloni Inggris itu, seiring aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung lebih dari 12 pekan.




TERBARU

[X]
×