kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Penasihat top AS: Trump bersedia berbicara dengan Iran


Senin, 24 Juni 2019 / 22:45 WIB
Penasihat top AS: Trump bersedia berbicara dengan Iran

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) mengatakan, Presiden AS Donald Trump siap untuk berbicara dengan Iran mengenai kesepakatan untuk mencabut sanksi AS. Namun ia memberikan syarat, agar Iran mengurangi program nuklir dan misilnya serta dukungannya untuk proksi.

Hal itu dikatakan Perwakilan Khusus AS untuk Iran Brian Hook kepada wartawan. Ia menuturkan AS tengah mencari cara agar bisa menyetujui perjanjian yang akan diratifikasi Kongres AS. Ia mengatakan, perjanjian nuklir tahun 2015 lalu antara Iran dan kekuatan-kekuatan dunia lainnya catat karena tidak memiliki dasar hukum.


"Ini adalah presiden yang sangat bersedia untuk duduk bersama rezim," kata Hook seperti dilansir Reuters, Senin (24/6). 

Hook berbicara melalui tetepon dari Oman, dimana dia berkeliling negara-negara Teluk sebelum menuju ke Paris untuk menjelaskan kebijakan AS kepada kekuatan Eropa. "Justru saya pikir pertanyaan yang harus diajukan adalah mengapa Iran terus menolak diplomasi,"ujarnya.

Iran memang selalu menolak berbicara dengan Trump. Alasannya, Iran mengharuskan AS mencabut sanksi-sanksi yang diberlakukan kembali sejak meninggalkan kesepakatan tahun lalu. 

Hook mengatakan, sebaiknya Iran, mau berunding dengan AS atau menyaksikan ekonominya terus runtuh. "Mereka berada dalam resesi sekarang, itu akan menjadi jauh lebih buruk," ujarnya.

Ia menambahkan, tidak ada kontak diplomatik atau pun saluran belakang antara Washington dan Teheran saat ini.

Hook mengatakan elemen-elemen dari kesepakatan dengan Teheran perlu melibatkan diakhirinya penangkapan dua warga negara di Iran dan diakhirinya dukungan untuk apa yang dia katakan adalah proksi Iran di Timur Tengah yang melakukan serangan klandestin atas nama Iran.




TERBARU

Close [X]
×